AS Terkejut Tentara Afghanistan Dilatih 20 Tahun Runtuh dalam Sekejap
Rabu, 29 September 2021 - 08:06 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah wawancara Agustus, Biden membantah komandannya telah merekomendasikan itu, dengan mengatakan: “Tidak. Tidak ada yang mengatakan itu kepada saya, itu yang bisa saya ingat."
Senator Partai Republik Joni Ernst mengatakan keputusan Biden untuk mempertahankan perjanjian penarikan tanpa syarat mantan Presiden Donald Trump dengan Taliban telah menyia-nyiakan pengorbanan AS untuk apa yang dia pikir akan menjadi “kemenangan politik yang murah.”
“Hilangnya anggota layanan [militer] kami, dan pengabaian sekutu Amerika dan Afghanistan bulan lalu adalah penghinaan yang tidak perlu dan memalukan yang tidak harus terjadi,” kata Ernst.
Baca juga: Koma Lebih dari 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Tak Kunjung Bangun
Senator James Inhofe, anggota panel dari Partai Republik, menggambarkannya sebagai "kengerian yang dibuat oleh presiden sendiri."
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan para ahli militer Biden telah memberikan “berbagai sudut pandang” tentang Afghanistan, dan bahwa Biden percaya meninggalkan pasukan di sana akan “berarti perang dengan Taliban.”
Milley, perwira tinggi militer AS, mencatat peringatan militer sejak akhir 2020 bahwa penarikan yang dipercepat dan tanpa syarat dapat memicu keruntuhan militer dan pemerintah Afghanistan.
“Itu setahun yang lalu. Penilaian saya tetap konsisten,” kata Milley.
Senator Partai Republik Tom Cotton bertanya kepada Milley mengapa, jika semua yang dia katakan itu benar, dia tidak mengundurkan diri dari posisinya.
Milley menolak keras, mengatakan seorang presiden AS tidak harus setuju dengan saran para jenderalnya.
"Negara ini tidak ingin para jenderal mengetahui perintah apa yang akan kita terima dan lakukan atau tidak. Itu bukan tugas kami," kata Milley.
Austin, Milley, dan para senator—banyak di antaranya mengawasi upaya perang selama bertahun-tahun—tampak penuh dengan pertanyaan tentang apa yang salah, mengutip kegagalan untuk menghargai dampak korupsi dan moral yang rusak di jajaran.
Senator Partai Republik Joni Ernst mengatakan keputusan Biden untuk mempertahankan perjanjian penarikan tanpa syarat mantan Presiden Donald Trump dengan Taliban telah menyia-nyiakan pengorbanan AS untuk apa yang dia pikir akan menjadi “kemenangan politik yang murah.”
“Hilangnya anggota layanan [militer] kami, dan pengabaian sekutu Amerika dan Afghanistan bulan lalu adalah penghinaan yang tidak perlu dan memalukan yang tidak harus terjadi,” kata Ernst.
Baca juga: Koma Lebih dari 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Tak Kunjung Bangun
Senator James Inhofe, anggota panel dari Partai Republik, menggambarkannya sebagai "kengerian yang dibuat oleh presiden sendiri."
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan para ahli militer Biden telah memberikan “berbagai sudut pandang” tentang Afghanistan, dan bahwa Biden percaya meninggalkan pasukan di sana akan “berarti perang dengan Taliban.”
Milley, perwira tinggi militer AS, mencatat peringatan militer sejak akhir 2020 bahwa penarikan yang dipercepat dan tanpa syarat dapat memicu keruntuhan militer dan pemerintah Afghanistan.
“Itu setahun yang lalu. Penilaian saya tetap konsisten,” kata Milley.
Senator Partai Republik Tom Cotton bertanya kepada Milley mengapa, jika semua yang dia katakan itu benar, dia tidak mengundurkan diri dari posisinya.
Milley menolak keras, mengatakan seorang presiden AS tidak harus setuju dengan saran para jenderalnya.
"Negara ini tidak ingin para jenderal mengetahui perintah apa yang akan kita terima dan lakukan atau tidak. Itu bukan tugas kami," kata Milley.
Austin, Milley, dan para senator—banyak di antaranya mengawasi upaya perang selama bertahun-tahun—tampak penuh dengan pertanyaan tentang apa yang salah, mengutip kegagalan untuk menghargai dampak korupsi dan moral yang rusak di jajaran.
Lihat Juga :