WHO Ngeri, 83 Pekerja Bantuan Terlibat Pelecehan Seksual di Kongo
Rabu, 29 September 2021 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Direktur regional WHO Afrika Matshidiso Moeti juga meminta maaf kepada mereka yang menderita "karena tindakan staf kami".
Dia mengatakan dia "rendah hati, ngeri dan patah hati" dengan temuan penyelidikan itu.
Komisi itu mengatakan, “Menemukan kegagalan struktural yang jelas dan ketidaksiapan mengelola risiko insiden eksploitasi dan pelecehan seksual di negara Afrika tengah itu.”
Dikatakan hal ini sebagian karena fokus pada pemberantasan Ebola. Lebih dari 2.000 orang tewas dalam wabah Ebola di DR Kongo.
WHO yang mempelopori upaya global mengekang penyebaran wabah menyatakan wabah berakhir pada Juni tahun lalu.
Dia mengatakan dia "rendah hati, ngeri dan patah hati" dengan temuan penyelidikan itu.
Komisi itu mengatakan, “Menemukan kegagalan struktural yang jelas dan ketidaksiapan mengelola risiko insiden eksploitasi dan pelecehan seksual di negara Afrika tengah itu.”
Dikatakan hal ini sebagian karena fokus pada pemberantasan Ebola. Lebih dari 2.000 orang tewas dalam wabah Ebola di DR Kongo.
WHO yang mempelopori upaya global mengekang penyebaran wabah menyatakan wabah berakhir pada Juni tahun lalu.
(sya)
Lihat Juga :