Jaksa ICC Coba Lanjutkan Penyelidikan Kejahatan Perang di Afghanistan

Senin, 27 September 2021 - 23:42 WIB
loading...
Jaksa ICC Coba Lanjutkan...
Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengaku sedang mencari persetujuan untuk melanjutkan penyelidikan kejahatan perang di Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
DEN HAAG - Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengaku sedang mencari persetujuan untuk melanjutkan penyelidikan kejahatan perang di Afghanistan . Penyelidikan ini akan berfokus pada tindakan Taliban dan ISIS-K.

Sebuah pernyataan mengatakan, permintaan itu diajukan kepada hakim pengadilan sehubungan dengan perkembangan sejak Taliban menguasai Afghanistan dalam serangan kilat bulan lalu. Baca juga: Arkeolog Khawatir Taliban Ubah Situs Kuno Jadi Ladang Opium

“Jatuhnya pemerintah Afghanistan yang diakui secara internasional dan penggantiannya oleh Taliban mewakili perubahan keadaan yang signifikan,” kata jaksa baru ICC, Karim Khan dalam sebuah pernyataan.

"Setelah meninjau masalah dengan hati-hati, saya telah mencapai kesimpulan bahwa saat ini tidak ada lagi prospek penyelidikan domestik yang asli dan efektif di Afghanistan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (27/9/2021).

Saat ini, Hakim akan meninjau permintaan untuk melanjutkan penyelidikan, yang telah memeriksa dugaan kejahatan oleh semua pihak dalam konflik, termasuk pasukan Amerika Serikat, pasukan pemerintah Afghanistan, dan Taliban. Baca juga: Taliban Minta Maskapai Internasional Lanjutkan Penerbangan ke Afghanistan

ICC sendiri telah menghabiskan 15 tahun menyelidiki dugaan kejahatan perang di Afghanistan, sebelum membuka penyelidikan penuh tahun lalu. Penyelidikan itu ditunda oleh pemerintah Afghanistan, yang mengatakan sedang menyelidiki kejahatan itu sendiri.

Badan yang berbasis di Den Haag itu adalah pengadilan pilihan terakhir, yang melakukan intervensi hanya ketika negara anggota tidak mampu atau tidak mau menuntut kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, atau genosida.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
ICC Diduga Ajukan Surat...
ICC Diduga Ajukan Surat Perintah Penangkapan untuk Menteri Israel, Smotrich Ancam Otoritas Palestina
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Mahasiswa Antusias Berlatih...
Mahasiswa Antusias Berlatih Jadi Reporter di Booth iReporter ICC Unsoed
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved