Iran: IAEA Harus Punya Akses ke Bahan Bakar Nuklir Kapal Selam Australia

loading...
Iran: IAEA Harus Punya Akses ke Bahan Bakar Nuklir Kapal Selam Australia
Kapal selam HMAS Waller klas Collins saat meninggalkan Sydney Harbour pada 4 Mei 2020. Foto/REUTERS
TEHERAN - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) harus memiliki akses tepat waktu ke bahan bakar nuklir yang digunakan untuk kapal selam Australia yang direncanakan dalam kesepakatan AUKUS.

Duta Besar Iran untuk IAEA Kazem Gharibabadi menegaskan peringatan itu pekan ini.

"Untuk Australia, mencapai pengaturan perlindungan dengan IAEA adalah penting. Badan harus memiliki akses ke HEU (uranium pengayaan tinggi) di sana pada waktu yang disepakati dan wajar serta tidak ada alasan yang diterima dalam hal ini," tweet Gharibabadi.

Baca juga: Terus Lakukan Perubahan, Arab Saudi Buka Kafe Anjing



Dia menambahkan, "Badan harus terus memberi tahu BoG (Dewan Gubernur IAEA) tentang (masalah) penting ini secara teratur."

Baca juga: Berpidato di Majelis Umum PBB, Abbas Ultimatum Israel

Dia mencatat negara-negara yang menekan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium hingga 60%, "yang untuk tujuan kemanusiaan dan damai," menyetujui penjualan kapal selam bertenaga nuklir ke Australia, yang menggunakan bahan bakar HEU dengan uranium pengayaan di atas 90%.

Baca juga: Erdogan: Saya Bekerja Baik dengan Bush, Obama dan Trump tapi Tidak dengan Biden

Gharibabadi menegaskan keyakinan Iran bahwa setiap anggota IAEA memiliki hak mengejar program nuklir damai, terlepas dari tingkat pengayaannya, berdasarkan kebutuhannya dan sejalan dengan pengamanan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top