AS Kecam Rencana Taliban Terapkan Lagi Eksekusi dan Potong Tangan sebagai Hukuman

Sabtu, 25 September 2021 - 04:18 WIB
loading...
AS Kecam Rencana Taliban...
Para anggota Taliban saat berpatroli di Kabul, Afghanistan. Kelompok yang berkuasa ini akan menerapkan kembali eksekusi dan potong tangan sebagai hukuman resmi di Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengecam rencana Taliban untuk menerapkan lagi eksekusi hingga potong tangan sebagai hukuman atas kejahatan yang dilakukan di Afghanistan. Kecaman Washington disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price pada hari Jumat.

"Hukuman itu akan merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang jelas," kata Price.

"Kami berdiri teguh dengan komunitas internasional untuk menahan pelakunya, dari setiap pelanggaran tersebut, bertanggung jawab," lanjut Price, seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (25/9/2021).

Baca juga: Taliban Akan Terapkan Lagi Eksekusi dan Potong Tangan sebagai Hukuman di Afghanistan

Kecaman AS muncul sehari setelah pejabat Taliban, Mullah Nooruddin Turabi, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press bahwa eksekusi dan amputasi adalah hukuman yang diperlukan untuk menjaga keamanan di Afghanistan.

Sejak menguasai Afghanistan pada 15 Agustus, Taliban telah meluncurkan aksi tebar pesona untuk merehabilitasi citra garis keras mereka dari era 1996-2001. Pada saat berkuasa, Taliban melakukan eksekusi dii depan publik, mencambuk pria yang tidak salat di masjid, dan membatasi gerak setiap hari dibatasi serta mengadopsi interpretasi ekstrem dari hukum atau Syariah Islam versi mereka sendiri.

Namun, Taliban tidak banyak mengubah nilai-nilai inti mereka seperti yang ditekankan Turabi dalam wawancaranya dengan The Associated Press bahwa kelompok itu akan melakukan hukuman yang dianggap pantas dan menuntut masyarakat internasional untuk tidak ikut campur.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Berita Terkini
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Infografis
Babi Diakui Kanada dan...
Babi Diakui Kanada dan AS sebagai Hewan Pembawa Malapetaka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved