Pentagon Ungkap Fasilitator ISIS-K yang Tewas dalam Serangan Drone di Afghanistan

Jum'at, 24 September 2021 - 10:57 WIB
loading...
A A A
Rigsbee tidak memberikan indikasi bagaimana militer sampai pada kesimpulan itu, tetapi juga menuduh Aidi berada di balik serangan sebelumnya di Ibu Kota Afghanistan, termasuk di Universitas Kabul pada November 2020.

Serangan di Nangarhar, serta pemboman pesawat tak berawak lainnya di Kabul pada 29 Agustus, diluncurkan sebagai pembalasan atas serangan bom di bandara Kabul. Itu terjadi ketika Washington menarik personel milter yang tersisa setelah perang 20 tahun.

Namun, sementara CENTCOM awalnya mengklaim operasi Kabul sukses dengan Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley bahkan menganggapnya sebagai “serangan yang benar” – militer sejak itu mengakui bahwa seorang pria yang awalnya dianggap sebagai pejuang ISIS, pada kenyataannya seorang non-kombatan. Militer AS juga mengakui jika serangan pesawat tak berawak itu menewaskan sembilan warga sipil lainnya, termasuk tujuh anak-anak.

Baca juga: AS Bela Serangan Rudalnya meski Bunuh 10 Orang Sekeluarga Tak Bersalah di Kabul

Selain itu, penyelidikan lanjutan oleh New York Times menemukan bahwa pengemudi mobil yang terkena serangan pesawat tak berawak, yang diidentifikasi sebagai Zemari Ahmadi, telah bekerja untuk organisasi bantuan yang berbasis di AS sejak 2006 sebagai insinyur listrik. Orang lain yang terbunuh, semuanya berasal dari keluarga yang sama, juga dilaporkan bekerja bersama militer AS sebagai kontraktor selama perang.

Sementara tidak mengidentifikasi Ahmadi sebelum membunuhnya, Pentagon mengklaim ia berperilaku mencurigakan pada serangan dilancarkan. Ia juga terlihat memuat barang-barang ke dalam mobilnya yang diyakini sebagai bahan peledak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved