Koalisi Sipil di Swiss Gelar Pengadilan Pelanggaran HAM Rezim Turki
Kamis, 23 September 2021 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
Dogan mengatakan dia juga melihat polisi membawa tiga wanita yang ditempatkan bersama tahanan lain. Polisi mengatakan kepada saya, 'Ini bisa terjadi pada istri dan anak perempuan Anda jika tidak mengikuti perintah kami’,” kata Dogan sambil menangis.
Hakim Ketua Pengadilan, Dr Françoise Barones Tulkens, bertanya apakah dia bisa menceritakan metode kekerasan lain yang dia alami selain pemukulan. Dogan mengatakan polisi juga melecehkannya.
Setelah Dogan, Eren Keskin—seorang pengacara dan aktivis HAM di Turki—bersaksi dari jarak jauh melalui panggilan video.
Menggarisbawahi European Court of Human Rights (ECtHR), Eren Keskin mengatakan meskipun ada peraturan, pengadilan Turki tidak menerima laporan selain yang disiapkan oleh ahli kedokteran forensik yang diangkat dan dipekerjakan oleh pemerintah.
Peradilan simbolis di Swiss mengeklaim telah memberikan kesempatan pada Pemerintah Turki untuk melakukan pembelaan, tetapi tidak menggunakannya. Pengadilan ini akan mengumumkan putusannya yang juga akan dipublikasikan di situs webnya.
Pengadilan internasional secara simbolis di Swiss ini tidak sekuat Makhamah Kriminal Internasional (ICC) di Belanda yang bisa menghukum pelaku yang dituduhkan. Meski demikian, pengadilan di Swiss akan mengusik citra rezim Erdogan di Turki.
Hakim Ketua Pengadilan, Dr Françoise Barones Tulkens, bertanya apakah dia bisa menceritakan metode kekerasan lain yang dia alami selain pemukulan. Dogan mengatakan polisi juga melecehkannya.
Setelah Dogan, Eren Keskin—seorang pengacara dan aktivis HAM di Turki—bersaksi dari jarak jauh melalui panggilan video.
Menggarisbawahi European Court of Human Rights (ECtHR), Eren Keskin mengatakan meskipun ada peraturan, pengadilan Turki tidak menerima laporan selain yang disiapkan oleh ahli kedokteran forensik yang diangkat dan dipekerjakan oleh pemerintah.
Peradilan simbolis di Swiss mengeklaim telah memberikan kesempatan pada Pemerintah Turki untuk melakukan pembelaan, tetapi tidak menggunakannya. Pengadilan ini akan mengumumkan putusannya yang juga akan dipublikasikan di situs webnya.
Pengadilan internasional secara simbolis di Swiss ini tidak sekuat Makhamah Kriminal Internasional (ICC) di Belanda yang bisa menghukum pelaku yang dituduhkan. Meski demikian, pengadilan di Swiss akan mengusik citra rezim Erdogan di Turki.
(min)
Lihat Juga :