Krisis Lebanon Diprediksi Bisa Berujung pada Keruntuhan Politik dan Ekonomi

Kamis, 23 September 2021 - 17:30 WIB
loading...
Krisis Lebanon Diprediksi...
Warga Lebanon antre bensin di pom bensin. FOTO/Reuters
A A A
BEIRUT - Lebanon berada di ambang kehancuran politik dan ekonomi. Prediksi ini muncul karena negara itu telah terombang-ambing setelah berbulan-bulan berada dalam kebuntuan untuk membentuk pemerintahan baru.

Pemerintahan Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri setelah ledakan 4 Agustus silam di pelabuhan Beirut . Ledakan dahsyat itu menewaskan lebih dari 200 jiwa dan merusak bangunan-bangunan di ibukota.

Baca: Lebanon Catat Inflasi Tertinggi di Dunia, Kalahkan Zimbabwe dan Venezuela

Sebelumnya, Presiden Lebanon, Michel Aoun menunjuk Saad Hariri, mantan Perdana Menteri Lebanon, sebagai perdana menteri baru dan memberinya wewenang untuk membentuk kabinet. Namun, upaya untuk membentuk kabinet belum menunjukkan kemajuan selama beberapa bulan.

Karena negara tersebut telah mengalami banyak krisis selama setahun terakhir dengan kekurangan bahan bakar dan obat-obatan menjadi yang paling kritis saat ini, pemerintah sementara bekerja dengan Aoun dan telah menjanjikan solusi cepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved