Serikat Buruh Australia Tolak Pakta Kapal Selam Nuklir, Ogah Perang dengan China
Kamis, 23 September 2021 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Mereka bersikeras bahwa pengumuman pakta itu telah mengakibatkan “para pelaut terdampar di sejumlah kapal batu bara dan beberapa perdagangan ditutup.”
“Buruh tidak tertarik berperang dengan China atau negara lain. Setiap upaya harus dilakukan untuk mengejar hubungan damai,” ungkap serikat buruh itu.
Mereka menyatakan ketakutan bahwa kesepakatan itu dapat mendorong pemerintah Australia mencoba mendapatkan senjata nuklir.
“Kapal selam akan menggunakan uranium yang sangat tinggi yang ideal untuk senjata nuklir,” ujar serikat pekerja.
MUA juga menunjukkan “jumlah uang yang luar biasa telah terbuang” pada kontrak yang dibatalkan dengan Prancis, dan pengiriman kapal selam nuklir kemungkinan akan merugikan negara lebih dari itu.
Sikap serupa disuarakan Serikat Pekerja Listrik Australia (ETU) yang menggambarkan keputusan Canberra bergabung dengan AUKUS sebagai "pengkhianatan."
“Perjanjian tersebut merusak generasi pekerjaan pembuatan kapal Australia yang sangat terampil, aman, dan bergaji tinggi,” ungkap Asisten Sekretaris Nasional ETU Michael Wright.
“Buruh tidak tertarik berperang dengan China atau negara lain. Setiap upaya harus dilakukan untuk mengejar hubungan damai,” ungkap serikat buruh itu.
Mereka menyatakan ketakutan bahwa kesepakatan itu dapat mendorong pemerintah Australia mencoba mendapatkan senjata nuklir.
“Kapal selam akan menggunakan uranium yang sangat tinggi yang ideal untuk senjata nuklir,” ujar serikat pekerja.
MUA juga menunjukkan “jumlah uang yang luar biasa telah terbuang” pada kontrak yang dibatalkan dengan Prancis, dan pengiriman kapal selam nuklir kemungkinan akan merugikan negara lebih dari itu.
Sikap serupa disuarakan Serikat Pekerja Listrik Australia (ETU) yang menggambarkan keputusan Canberra bergabung dengan AUKUS sebagai "pengkhianatan."
“Perjanjian tersebut merusak generasi pekerjaan pembuatan kapal Australia yang sangat terampil, aman, dan bergaji tinggi,” ungkap Asisten Sekretaris Nasional ETU Michael Wright.
(sya)
Lihat Juga :