Balas Pembunuhan Soleimani, Iran dan Hizbullah Rencanakan Serangan Terhadap AS

loading...
Balas Pembunuhan Soleimani, Iran dan Hizbullah Rencanakan Serangan Terhadap AS
Iran dan Hizbullah rencanakan serangan terhadap AS sebagai aksi balas dendam pembunuhan Komandan IRGC Jenderal Qassem Soleimani. Foto/DW
WASHINGTON - Iran sedang merencanakan cara untuk membalas Amerika Serikat (AS) atas pembunuhan Komandan Pasukan Quds Qassem Soleimani , dan Hizbullah Lebanon sedang diawasi dengan ketat untuk kemungkinan serangan di wilayah Amerika. Peringatan itu dikeluarkan seorang pejabat tinggi intelijen AS.

“Melindungi dari ancaman semacam itu bahkan lebih penting sekarang, karena Iran, agennya, dan proksinya merencanakan cara untuk membalas Amerika Serikat atas pembunuhan Komandan IRGC-QF Qassem Soleimani pada Januari 2020,” ujar Christine Abizaid, direktur Nasional Kontraterorisme Center, selama sidang di hadapan Komite Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintah Senat AS.

Abizaid mengatakan AS telah menilai bahwa Hizbullah yang didukung Iran mempertahankan "ambang batas yang tinggi" untuk melakukan serangan di Amerika.

“Sekretaris Jenderal (Hizbullah) Hassan Nasrallah menyeimbangkan pandangan organisasinya tentang Amerika Serikat sebagai salah satu musuh utamanya terhadap kemungkinan pembalasan AS jika kelompok itu memutuskan untuk melakukan serangan,” tambah Abizaid seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (22/9/2021).



Baca juga: Iran: Kaburnya AS yang Memalukan dari Afghanistan Pelajaran bagi Sekutunya

Soleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak yang diperintahkan oleh mantan Presiden Donald Trump setelah jenderal Iran itu dikatakan telah merencanakan serangan terhadap diplomat dan personel militer AS.

Serangan itu, yang dilakukan di Baghdad, juga menewaskan Abu Mehdi al-Muhandis, wakil komandan milisi Syiah Irak, Pasukan Mobilisasi Populer saat itu.

“Iran memandang terorisme sebagai alat untuk mendukung tujuan utamanya, termasuk memproyeksikan kekuatan di Timur Tengah, membela Islam Syiah, dan menghalangi saingan strategisnya,” terang Abizaid.

Beralih ke Irak, Abizaid menyarankan bahwa milisi Syiah yang didukung Iran merupakan ancaman paling langsung bagi kepentingan AS, mengutip serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas AS di sana.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top