AS, Australia dan Inggris Bentuk Aliansi Pertahanan Nuklir untuk Lawan China

Kamis, 16 September 2021 - 02:27 WIB
loading...
A A A
Sydney Morning Herald melaporkan Presiden AS Joe Biden dijadwalkan akan menyampaikan pengumuman penting mengenai penguatan aliansi pertahanan ini pada pukul 07.00 pagi. Beberapa menteri kabinet berpangkat tinggi diberikan pengecualian langka dari penguncian ultra-keras Australia untuk menghadiri pertemuan yang diatur dengan tergesa-gesa di ibu kota setempat, Canberra.

Biden diperkirakan akan menyampaikan komentar singkat tentang inisiatif keamanan nasional, sementara hal-hal lain untuk didiskusikan termasuk bagaimana aliansi itu dapat menyerang balik terhadap manuver perdagangan China dan apa yang disebut “serangan zona abu-abu", peningkatan akses ke teknologi rudal Amerika untuk Australia, penarikan militer yang kontroversial dari Afghanistan, dan sifat ancaman teroris di masa depan.

Meskipun saat ini tidak ada senjata nuklir AS yang ditempatkan di Australia, beberapa pihak berspekulasi bahwa pakta pertahanan baru ini akan melibatkan perluasan infrastruktur rudal Amerika ke benua itu untuk mengatasi dugaan ancaman yang ditimbulkan oleh China.

AS dan China sering saling tuding meningkatkan ketegangan dan perilaku provokatif di kawasan dengan melakukan latihan Angkatan Laut. AS secara teratur melakukan apa yang disebut misi "kebebasan navigasi", berlayar dengan kapal perang di dekat perairan yang diklaim China di Laut China Selatan, yang dipandang Beijing sebagai tindakan militer yang provokatif.

Baca juga: Jenderal Tertinggi AS Kontak China, Trump Sebut Pengkhianatan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved