Presiden Tunisia Sebut Negaranya Dijalankan oleh Mafia

Kamis, 16 September 2021 - 00:07 WIB
loading...
Presiden Tunisia Sebut...
Presiden Tunisia Kais Saied menyebut negaranya saat ini sedang dijalankan mafia. Foto/REUTERS
A A A
TUNIS - Presiden Tunisia Kais Saied mengatakan negaranya sedang dijalankan oleh mafia. Dia pun berjanji untuk memerangi para politisi korup.

"Ini adalah negara dengan dua rezim, rezim yang jelas, rezim institusi, dan rezim nyata, mafia yang memerintah Tunisia," kata Saied dalam sebuah video yang di-posting di halaman Facebook kepresidenan.

Baca juga: Putra Osama bin Laden Malu dengan Kejahatan Ayahnya, Ingin Kunjungi Israel

"Saya tidak akan terlibat dalam dialog dengan pencuri," ujarnya.

Saied, seorang ahli teori hukum dan mantan profesor hukum, terpilih sebagai presiden dalam pemilu2019 dan telah menyebut dirinya sebagai penafsir utama konstitusi.

Dia menggunakan kekuasaan itu pada 25 Juli untuk memecat perdana menteri, membekukan parlemen dan mencabut kekebalan anggota parlemen, serta mengambil alih semua kekuasaan eksekutif.

Dia juga telah mengambil alih kekuasaan kehakiman.

Perebutan kekuasaannya terjadi di tengah pertikaian legislatif kronis yang telah melumpuhkan pemerintahan. Itu diikuti oleh gerakan anti-korupsi yang mencakup penahanan, larangan bepergian, dan tahanan rumah bagi para politisi, pengusaha, dan pejabat pengadilan.

Saied belum menunjuk pemerintahan baru atau mengungkapkan peta jalan menuju normalisasi, meskipun ada tuntutan berulang dari partai politik.

Selama akhir pekan dia mengatakan akan segera ada pencalonan untuk pemerintahan baru dan berbicara tentang reformasi konstitusi.

“Pemerintah akan datang,” katanya, seperti dikutip AFP, Rabu (15/9/2021). "Tetapi kita perlu tahu kebijakan apa yang akan diterapkan. Tujuannya adalah untuk memenuhi tuntutan rakyat Tunisia.”

"Berurusan dengan pencuri atau pengkhianat tidak mungkin," ujarnya.

Gerakannya telah dikritik oleh hakim dan kubu oposisi.

Baca juga: Terungkap, Para Pemimpin Taliban Bentrok di Istana Kepresidenan

Tetapi beberapa orang Tunisia, jengkel dengan kelas politik mereka dan korupsi yang mereka rasakan, impunitas dan kegagalan untuk meningkatkan standar hidup lebih dari satu dekade sejak protes di negara itu meluncurkan pemberontakan Arab Spring, melihat mereka sebagai kejahatan yang diperlukan.

Media Tunisia berspekulasi bahwa Saied mungkin akan mengumumkan pemerintahan sementara yang diikuti dengan revisi konstitusi, yang akan diajukan ke referendum nasional, sebelum mengadakan pemilu legislatif.

Dia telah membenarkan keputusannya baru-baru ini dengan mengutip Pasal 80 konstitusi, yang mempertimbangkan langkah-langkah luar biasa dalam kasus "bahaya yang akan segera terjadi" terhadap keamanan nasional.

Partai Ennahdha—partai berhaluan Islam—, blok terbesar di parlemen dan saingan utama Saied, mengatakan dengan tegas menolak setiap penangguhan konstitusi atau perubahan sistem politik, termasuk melalui referendum.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tentara Meksiko Habisi...
Tentara Meksiko Habisi El Mencho, Bos Kartel Narkoba Terkejam yang Kepalanya Dihargai Rp253 Miliar
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden
5 Presiden yang Digulingkan...
5 Presiden yang Digulingkan Arab Spring, Apa Kabarnya Sekarang?
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Tunisia vs Israel
Coba Tembus Blokade...
Coba Tembus Blokade Israel di Gaza, 18 Kapal Bantuan Mulai Berlayar dari Tunisia dan Yunani
6 Negara yang Diserang...
6 Negara yang Diserang Israel pada Tahun 2025
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved