Cerita Nazi: Saat Hitler Mengirim Para Ilmuwan ke Himalaya Mencari Asal Ras Arya

Rabu, 15 September 2021 - 11:56 WIB
loading...
A A A
Semua orang Arya yang selamat seharusnya pindah ke tempat yang lebih aman. Wilayah Himalaya diyakini sebagai salah satu tempat perlindungan seperti itu, khususnya Tibet karena terkenal sebagai "atap dunia".

Pada 1935, Himmler mendirikan unit di dalam SS yang disebut Ahnenerbe atau Biro Warisan Leluhur untuk mencari tahu ke mana orang-orang dari Atlantis pergi menghindari petir dan banjir, dan di mana jejak ras besar itu masih tersisa dan bisa ditemukan.

Pada 1938, dia mengirim tim yang terdiri dari lima orang Jerman ke Tibet dalam "operasi pencarian" ini.

Dua anggota tim menonjol dari yang lain. Salah satunya adalah Ernst Schafer, ahli zoologi berusia 28 tahun yang berbakat dan telah dua kali ke perbatasan India-China-Tibet dua kali sebelumnya.

Schafer telah bergabung SS segera setelah kemenangan Nazi tahun 1933, jauh sebelum Himmler menjadi pelindungnya untuk ekspedisi Tibet.

Schafer tergila-gila berburu dan suka mengumpulkan piala berburu di rumahnya di Berlin. Pada satu ekspedisi berburu, ketika mencoba menembak bebek dari perahu yang dia dan istrinya berada di dalamnya, dia terpeleset ketika membidik dan menembak istrinya sendiri di kepala secara tidak sengaja hingga membunuhnya.

Orang kunci kedua dalam ekspedisi itu adalah Bruno Beger, antropolog muda yang bergabung dengan SS pada 1935.

Beger mengukur tengkorak dan detail wajah orang Tibet dan membuat masker wajah, terutama mengumpulkan materi tentang proporsi, asal, signifikansi dan perkembangan ras Nordik di wilayah ini.

Kapal yang membawa lima ilmuwan Jerman itu berlabuh di Kolombo, Sri Lanka pada awal Mei 1938. Dari sana, mereka ke Madras (sekarang Chennai) dan ke Kalkuta (sekarang Kolkata).

Otoritas Inggris di India mewaspadai orang-orang Jerman yang bepergian dan mengira mereka mata-mata.

Mereka awalnya enggan mengizinkan mereka melewati India dan Times of India yang saat itu dikelola Inggris bahkan memuat judul yang menuduh: "Agen Gestapo di India".

Pejabat politik Inggris di Gangtok, di negara bagian Sikkim, India timur laut, yang merupakan kerajaan pegunungan yang merdeka pada saat itu, juga tidak antusias mengizinkan orang-orang itu masuk ke Tibet melalui Sikkim.

Namun akhirnya, tekad tim Nazi menang. Pada akhir tahun, lima ilmuwan Jerman, dengan bendera swastika diikatkan pada bagal dan bagasi mereka, telah memasuki Tibet.

Swastika adalah tanda di mana-mana di Tibet, yang dikenal secara lokal sebagai "yungdrung". Schafer dan tim melihat banyak lambang itu selama waktu mereka di India, juga di antara umat Hindu, lambang itu telah lama menjadi simbol keberuntungan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Trump Murka Google Didenda...
Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved