Taliban Temukan 18 Batang Emas dan Uang Rp93 Miliar di Rumah Mantan Wapres Saleh

Selasa, 14 September 2021 - 07:57 WIB
loading...
Taliban Temukan 18 Batang...
Taliban menyita uang dan emas batangan di rumah Mantan Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh (tengah). Foto/india today/twitter
A A A
KABUL - Uang dolar Amerika Serikat (AS) senilai Rp93 miliar dan 18 batang emas ditemukan di kediaman mantan Wakil Presiden (Wapres) Afghanistan Amrullah Saleh.

Klaim itu diungkapkan Taliban pada Senin (13/9/2021). Saleh adalah wakil presiden pertama dalam pemerintahan mantan Presiden Ashraf Ghani. Saleh kemudian menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Afghanistan setelah Ghani melarikan diri saat Taliban menyerbu Kabul.



Kepala cabang multimedia Taliban Ahmadullah Muttaqi melalui Twitter memposting video penggeledahan di kediaman Amrullah Saleh.

Baca juga: Dunia Sambut Seruan PBB untuk Bantu Afghanistan

Video itu menunjukkan pejuang Taliban duduk di sekitar tiga koper berisi uang tunai dan beberapa batang emas.

Baca juga: Mulai Berubah, Taliban Izinkan Wanita untuk Bersekolah

Beberapa pejuang juga terlihat mengklik gambar tumpukan uang tunai dalam video berdurasi 1 menit 26 detik.

Muttaqi mengklaim total USD6,5 juta (Rp93 miliar) dan 18 batang emas ditemukan dari kediaman Amrullah Saleh.

Awal bulan ini, Taliban dilaporkan menyiksa dan mengeksekusi saudara laki-laki Amrullah Saleh, Rohullah Saleh selama pertempuran di lembah Panjshir.

Mantan Kepala Direktorat Keamanan Nasional Amrullah Saleh melarikan diri ke lembah Panjshir pada saat Taliban mengambil alih Kabul pada 15 Agustus 2021.

Dia kemudian bekerja sama dengan Ahmad Massoud dari Front Perlawanan Nasional (NRF) untuk menantang rezim Taliban di Kabul.

Namun, setelah dua pekan pertempuran sengit, Taliban berhasil mengibarkan bendera mereka di rumah Gubernur Panjshir pada 6 September.

Taliban juga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim benteng terakhir perlawanan di Afghanistan telah "ditaklukkan sepenuhnya".

Saat ini keberadaan Amrullah Saleh dan Ahmad Massoud tidak diketahui.

Saleh terakhir mengatakan dalam tweet pada 3 September, "PERTAHANAN berlanjut dan akan terus berlanjut. Saya di sini dengan tanah saya, untuk tanah saya dan mempertahankan martabatnya."

Dalam wawancara eksklusif bulan lalu, Amrullah Saleh mengatakan kepada India Today bahwa dia tidak ingin "Afghanistan menjadi Taliban".

"Kami menolak Emirat Taliban, kami menolak kediktatoran, dan kami menolak perebutan kekuasaan dengan paksa," tegas Amrullah Saleh.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Dari Pengguna di Bawah...
Dari Pengguna di Bawah 18 Tahun Medsos Raup Iklan USD11 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved