Hendak Kalahkan Hamas, Israel Usulkan Rencana Ekonomi untuk Keamanan Gaza
Selasa, 14 September 2021 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagai gantinya, Hamas akan berkomitmen untuk diam jangka panjang," ungkap dia.
“Otoritas Palestina akan mengontrol penyeberangan Gaza kecuali Rafah, yang dikendalikan Mesir,” ujar dia, seraya mencatat Kairo sangat penting untuk proses ini.
Dia menjelaskan, “Setelah hasil positif jangka panjang, Israel akan memberikan kemerdekaan energi Gaza.”
Jika tahap pertama berhasil, tahap kedua akan melihat perubahan ekonomi Gaza, pembangunan pelabuhan pulau buatan di lepas pantai, dan hubungan transportasi dengan Tepi Barat.
“Tahap ini akan mempromosikan proyek-proyek ekonomi dengan Israel, Mesir, dan Otoritas Palestina, termasuk zona industri di dekat persimpangan Erez yang dikendalikan Israel, dengan investasi internasional dari Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS), IMF, Bank Dunia, dan Uni Emirat Arab (UEA),” ungkap laporan Jerusalem Post.
Menurut Lapid, rencana ini akan memperkuat Otoritas Palestina yang akan bertanggung jawab atas pengelolaan sipil Jalur Gaza.
"Di Gaza, kita bisa, dan kita harus bertindak sekarang," tegas dia seraya menambahkan dia telah membahas rencana tersebut dengan para pemimpin di Mesir dan negara-negara Teluk, serta Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, dan Uni Eropa.
“Otoritas Palestina akan mengontrol penyeberangan Gaza kecuali Rafah, yang dikendalikan Mesir,” ujar dia, seraya mencatat Kairo sangat penting untuk proses ini.
Dia menjelaskan, “Setelah hasil positif jangka panjang, Israel akan memberikan kemerdekaan energi Gaza.”
Jika tahap pertama berhasil, tahap kedua akan melihat perubahan ekonomi Gaza, pembangunan pelabuhan pulau buatan di lepas pantai, dan hubungan transportasi dengan Tepi Barat.
“Tahap ini akan mempromosikan proyek-proyek ekonomi dengan Israel, Mesir, dan Otoritas Palestina, termasuk zona industri di dekat persimpangan Erez yang dikendalikan Israel, dengan investasi internasional dari Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS), IMF, Bank Dunia, dan Uni Emirat Arab (UEA),” ungkap laporan Jerusalem Post.
Menurut Lapid, rencana ini akan memperkuat Otoritas Palestina yang akan bertanggung jawab atas pengelolaan sipil Jalur Gaza.
"Di Gaza, kita bisa, dan kita harus bertindak sekarang," tegas dia seraya menambahkan dia telah membahas rencana tersebut dengan para pemimpin di Mesir dan negara-negara Teluk, serta Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, dan Uni Eropa.
(sya)
Lihat Juga :