Trump: Senjata yang Ditinggalkan di Afghanistan Bisa Diotak-atik China dan Rusia

loading...
Trump: Senjata yang Ditinggalkan di Afghanistan Bisa Diotak-atik China dan Rusia
Mantan Presiden AS, Donald Trump menyebut senjata dan peralatan militer yang ditinggalkan AS di Afghanistan bisa diotak-atik oleh China dan Rusia. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump menyebut senjata dan peralatan militer yang ditinggalkan AS di Afghanistan bisa diotak-atik oleh China dan Rusia. Ini adalah kritikan terbaru Trump atas penarikan pasukan AS dari Afghanistan .

Trump mengecam penarikan pasukan itu sebagai tidak kompeten dan mengklaim bahwa musuh AS dapat memanfaatkan peralatan militer AS yang ditinggalkan di Afghanistan. Baca juga: Viral, Video Taliban Eksekusi Mantan Perwira Polisi Afghanistan

"Sekarang saya berkata, bagaimana mereka bisa mengambil peralatan ini? Dan, saya jamin bahwa China dan Rusia sudah memiliki helikopter Apache kita dan mereka membongkarnya untuk mengetahui dengan tepat bagaimana itu dibuat,” ujar Trump.

“Mereka adalah yang terbaik di dunia sejauh ini. Dan, mereka mengambilnya (peralatan militer AS) sehingga mereka bisa membuat peralatan yang sama persis. Mereka sangat bagus dalam hal itu. Ini memalukan,” sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (13/9/2021).

Dia kemudian berusaha untuk meragukan gagasan bahwa perang AS di Afghanistan telah berakhir. Dia mengambil kesempatan untuk menyentuh jumlah pengungsi Afghanistan yang dibawa ke AS, mempertanyakan apakah mereka benar-benar "penerjemah".



"Saya tidak tahu karena Anda membawa orang-orang pergi ke seluruh dunia dan ditempatkan di seluruh dunia saat ini, dan tidak ada yang tahu siapa mereka", kata Trump. Baca juga: Cerita Diva Pop Afghanistan Kabur: Jika Dibawa Taliban, Tembak Saja Kepalaku

"Ini bukan penerjemah yang kami ambil. Ini adalah orang-orang yang bergegas ke pesawat dan mereka sangat tertarik untuk mencoba membuatnya terdengar seperti 'Oh, mereka melakukan pekerjaan dengan baik”,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan, dengan mengklaim bahwa para pengungsi akan menjadi teroris, karena mereka sangat kuat dan sangat energik untuk naik ke pesawat saat proses evakuasi berlangsung.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top