China Sahkan UU Maritim Baru, AS Kirim Kapal Perusak ke Laut China Selatan

Kamis, 09 September 2021 - 06:03 WIB
loading...
A A A
"Angkatan udara melakukan pengawasan lanjutan dan mengeluarkan peringatan untuk mengusirnya," klaimnya.

"Kegiatan itu secara serius melanggar kedaulatan dan keamanan China," bunyi pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa itu adalah bukti kuat yang menunjukkan hegemoni dan militerisasi AS di Laut China Selatan.

Armada ke-7 AS menolak pernyataan China pada Rabu malam, menyebutnya "salah." Armada ke-7 mengatakan itu adalah tindakan terbaru dari rangkaian panjang Republik Rakyat China untuk salah menggambarkan operasi maritim AS yang sah dan menegaskan klaim maritimnya yang berlebihan dan tidak sah di Laut China Selatan.

Baca juga: AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah berulang kali mengatakan bahwa China adalah tantangan bagi militer AS, karena Pentagon bergeser dari memerangi perang di Timur Tengah ke menghadapi ancaman meningkatnya ketegasan China di Pasifik. Perjalanan internasional pertama Austin sebagai menteri pertahanan adalah ke Asia Tenggara, di mana ia dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken bertemu dengan rekan-rekan mereka.

Pada akhir Juli, Austin mengatakan bahwa klaim China atas sebagian besar Laut China Selatan tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

Menggarisbawahi upaya AS untuk menantang klaim China atas perairan internasional, kelompok tempur Carl Vinson juga beroperasi di Laut China Selatan. Kelompok tempur sedang melakukan operasi keamanan maritim, latihan serangan dan jenis pelatihan lainnya, Angkatan Laut AS mengatakan pada hari Rabu.

“Kebebasan semua negara untuk bernavigasi di perairan internasional adalah penting, dan terutama vital di Laut Cina Selatan, di mana hampir sepertiga dari perdagangan maritim global transit setiap tahun,” kata Laksamana Muda Dan Martin, komandan kelompok tempur Carl Vinson.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
AS Incar Tuan Rumah...
AS Incar Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029
Pemakaman Ali Khamenei...
Pemakaman Ali Khamenei Disesaki Jutaan Pelayat, 50 Ribu Orang Jalani Perawatan Medis
AS-Iran Saling Serang...
AS-Iran Saling Serang Lagi, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh
Rekomendasi
Kabar Duka, Anggota...
Kabar Duka, Anggota DPR Rachmat Gobel Meninggal Dunia
15 Perwira Dimutasi...
15 Perwira Dimutasi Kapolri Jadi Dirlantas pada Juni 2026, Ini Namanya
Geledah Ruko di Cipete...
Geledah Ruko di Cipete Selatan, Polda Metro Jaya Sita Dokumen dan Komputer
Berita Terkini
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved