Angkatan Udara AS Dituduh Menghina Militer China Selama Operasi Pengintaian

Selasa, 07 September 2021 - 23:31 WIB
loading...
A A A
"Apa yang lebih agresif daripada pengawasan jarak sedekat mungkin adalah tanda panggilan hari ini 'JUNKY81,' yang mungkin menyebut nama PLA," kata SCSPI tentang operasi Angkatan Udara AS berturut-turut di timur laut China seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (7/9/2021).

Lembaga penelitian, yang melacak pergerakan militer AS dan sekutu di langit dan perairan terdekat, telah mendokumentasikan peningkatan dalam misi kebebasan navigasi dan penerbangan Amerika dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sebuah laporan pada bulan Maret, lembaga think tank tersebut mengatakan militer AS telah memberikan tekanan maksimum di Laut China Selatan pada tahun 2020, mengerahkan kapal perang dan pesawat tempur ke wilayah tersebut sementara juga sering transit di Selat Taiwan.

Setelah Carl Vinson Carrier Strike Group Angkatan Laut AS memasuki Laut China Selatan pada 6 September, SCSPI mengatakan pihaknya mendeteksi setidaknya lima pesawat pengintai dan drone AS yang beroperasi di Selat Bashi.

Lintasan penting yang strategis di selatan Taiwan dan utara Filipina adalah satu-satunya jalur air internasional yang dapat digunakan kapal perang Angkatan Laut PLA untuk mencapai Pasifik Barat, menjadikannya titik choke point potensial selama masa perang.

Saluran ini juga menawarkan akses dari Pasifik ke Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Analis mengatakan itu adalah salah satu area yang akan diblokade PLA jika terjadi konflik yang melibatkan pasukan AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved