Pasukan Khusus Guinea: Presiden Conde Sudah Digulingkan
Senin, 06 September 2021 - 07:47 WIB
loading...
Presiden Alpha Conde dikudeta secara militer oleh pasukan khusus Guinea. Foto/REUTERS/Henry Nicholls
A
A
A
CONAKRY - Pasukan khusus Guinea menyatakan telah menggulingkan Presiden Alpha Conde yang sudah lama menjabat, pada hari Minggu. Mereka juga mengatakan telah membubarkan pemerintah dan konstitusinya serta menutup perbatasan darat dan udara.
Ketika PBB dan Nigeria—kekuatan dominan di kawasan Afrika Barat—mengutuk setiap pengambilalihan kekuasaan secara paksa, kepala pasukan khusus Guinea, Mamady Doumbouya, mengatakan "kemiskinan dan korupsi endemik" telah mendorong pasukannya untuk mencopot Conde dari jabatannya.
Baca juga: Pasukan Khusus Lakukan Kudeta Militer dan Tangkap Presiden Guinea
“Kami telah membubarkan pemerintah dan lembaga-lembaga,” kata Doumbouya di stasiun televisi pemerintah, membawa bendera nasional Guinea dan dikelilingi oleh delapan tentara bersenjata lainnya. “Kami akan menulis ulang konstitusi bersama," katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Senin (6/9/2021).
Tembakan dan pertempuran pecah di dekat istana presiden di ibu kota, Conakry, pada Minggu pagi. Beberapa jam kemudian, video yang dibagikan di media sosial, yang belum bisa diverifikasi secara independen menunjukkan Conde di sebuah ruangan yang dikelilingi oleh tentara pasukan khusus.
Conde, yang keberadaannya tidak jelas, memenangkan pemilihan presiden untuk masa jabatan ketiga pada Oktober setelah mengubah konstitusi untuk memungkinkan dia mencalonkan diri lagi.
Hal itu menyebabkan protes keras dari oposisi, dan dalam beberapa pekan terakhir pemerintah telah meningkatkan pajak secara tajam untuk mengisi kembali kas negara dan menaikkan harga bahan bakar sebesar 20 persen, menyebabkan frustrasi yang meluas.
Ketika PBB dan Nigeria—kekuatan dominan di kawasan Afrika Barat—mengutuk setiap pengambilalihan kekuasaan secara paksa, kepala pasukan khusus Guinea, Mamady Doumbouya, mengatakan "kemiskinan dan korupsi endemik" telah mendorong pasukannya untuk mencopot Conde dari jabatannya.
Baca juga: Pasukan Khusus Lakukan Kudeta Militer dan Tangkap Presiden Guinea
“Kami telah membubarkan pemerintah dan lembaga-lembaga,” kata Doumbouya di stasiun televisi pemerintah, membawa bendera nasional Guinea dan dikelilingi oleh delapan tentara bersenjata lainnya. “Kami akan menulis ulang konstitusi bersama," katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Senin (6/9/2021).
Tembakan dan pertempuran pecah di dekat istana presiden di ibu kota, Conakry, pada Minggu pagi. Beberapa jam kemudian, video yang dibagikan di media sosial, yang belum bisa diverifikasi secara independen menunjukkan Conde di sebuah ruangan yang dikelilingi oleh tentara pasukan khusus.
Conde, yang keberadaannya tidak jelas, memenangkan pemilihan presiden untuk masa jabatan ketiga pada Oktober setelah mengubah konstitusi untuk memungkinkan dia mencalonkan diri lagi.
Hal itu menyebabkan protes keras dari oposisi, dan dalam beberapa pekan terakhir pemerintah telah meningkatkan pajak secara tajam untuk mengisi kembali kas negara dan menaikkan harga bahan bakar sebesar 20 persen, menyebabkan frustrasi yang meluas.
Lihat Juga :