Pesawat Qatar yang Membawa Tim Teknis Dilaporkan Mendarat di Kabul

Rabu, 01 September 2021 - 23:33 WIB
loading...
Pesawat Qatar yang Membawa...
Sebuah pesawat Qatar yang membawa tim teknis mendarat di Kabul pada Rabu (1/9/2021). Foto/Al Arabiya
A A A
DOHA - Sebuah pesawat Qatar yang membawa tim teknis mendarat di bandara Kabul pada Rabu (1/9/2021). Kedatangan mereka untuk membahas dimulainya kembali operasi bandara setelah pengambilalihan kekuasaan di Afghanistan oleh Taliban .

"Sebuah jet Qatar yang membawa tim teknis telah mendarat di Kabul hari ini untuk membahas dimulainya kembali operasi di bandara," kata sebuah sumber yang mengetahui hal itu kepada AFP.

“Meskipun tidak ada kesepakatan akhir yang dicapai mengenai pemberian bantuan teknis, tim teknis Qatar telah memulai diskusi ini berdasarkan permintaan pihak lain," sambungnya.

“Pembicaraan masih berlangsung di tingkat keamanan dan operasi,” tukasnya seperti dikutip dari Al Arabiya.

Baca juga: AS Hengkang, Taliban Ambil Kendali Penuh Bandara Kabul

Sumber itu mengatakan bahwa tujuan kedatang tim teknis adalah untuk melanjutkan penerbangan bagi bantuan kemanusiaan dan untuk memberikan kebebasan bergerak, termasuk dimulainya kembali upaya evakuasi.

Lebih dari 123.000 warga negara asing dan warga Afghanistan melarikan diri dari negara itu dalam operasi pengangkutan udara yang berakhir pada hari Selasa, tetapi lebih banyak lagi yang putus asa tertinggal setelah gagal untuk pergi.

Para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan bandara Kabul berada dalam kondisi buruk, dengan banyak infrastruktur dasarnya rusak atau hancur.

Pejuang Taliban pada hari Selasa melepaskan tembakan sebagai bentuk perayaan setelah pasukan AS terakhir meninggalkan Kabul setelah perang dua dekade.

Baca juga: Taliban Rayakan Kemenangan Perang saat Pesawat Terakhir AS Hengkang

Qatar menjadi tuan rumah negosiasi antara Taliban dan AS dalam beberapa tahun terakhir dan merupakan titik transit bagi sekitar 43.000 pengungsi dari Afghanistan.

AS menginvasi Afghanistan dan menggulingkan pemerintah Taliban pada tahun 2001 setelah serangan 11 September oleh al-Qaeda, yang telah mencari perlindungan di negara itu.

Negara-negara Barat khawatir Afghanistan bisa kembali menjadi surga bagi para ekstremis yang bertekad melakukan serangan.

Negara-negara Teluk, termasuk Qatar, telah menjadi pos-pos pementasan instrumental untuk penerbangan evakuasi bagi warga negara-negara Barat serta penerjemah Afghanistan, jurnalis, dan lainnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Trump Paksa 8 Negara...
Trump Paksa 8 Negara Muslim Ini untuk Dukung Perjanjian Abraham
MBS dan Emir Qatar Intervensi...
MBS dan Emir Qatar Intervensi Rencana Trump untuk Menyerang Iran, Apa Pemicunya?
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Mantan PM Qatar Klaim...
Mantan PM Qatar Klaim Perang Iran Paksa Negara-negara Arab Harus Bentuk NATO Teluk, Ini 5 Alasannya
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved