Negara Termuda di Dunia, Miskin dan Dilanda Kelaparan

Rabu, 01 September 2021 - 10:44 WIB
loading...
A A A
Hasil referendum itulah yang melahirkan Republik Sudan Selatan dan pada tahun yang sama bergabung dengan PBB dan Uni Afrika.

Kekerasan dari pemberontakan yang dipimpin milisi pecah di seluruh wilayah karena banyak yang melihat munculnya negara baru sebagai peluang untuk mendapatkan kekuasaan. Selain itu, Sudan Selatan memiliki banyak rig minyak Sudan, sehingga mengendalikan sebagian besar peluang ekonomi di kawasan tersebut.

Hanya memiliki sedikit sumber daya, Republik Sudan Selatan kesulitan mengendalikan ladang minyak untuk memberikan keuntungan strategis.

Baca juga: Kepala Keamanan Osama bin Laden Muncul di Afghanistan, Orang-orang Berebut Cium Tangan

Pada tahun 2013, ketegangan memuncak menjadi perang saudara skala penuh yang merenggut nyawa puluhan ribu orang Sudan Selatan dan membuat 4 juta orang mengungsi. Kekerasan terkait masalah ini tidak berakhir hingga 2018, lebih dari lima tahun setelah konflik pecah.

Kondisi Negara Termuda di Dunia

Perang saudara di Sudan Selatan merusak sistem yang sudah melemah dan telah menciptakan salah satu situasi kemiskinan terburuk.

Saat ini, sekitar 82 persen dari mereka yang tinggal di negara termuda di dunia itu hidup di bawah garis kemiskinan. Karena panen yang buruk baru-baru ini, Oxfam memperkirakan bahwa lebih dari 7 juta orang Sudan Selatan berada dalam bahaya kelaparan.
Parahnya, ekonomi negara termuda di dunia ini hampir seluruhnya bergantung pada ekspor minyak mentah, dan stabilitas keuangannya tidak ada kepastian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan
Nomor 2 di Dunia, 2...
Nomor 2 di Dunia, 2 Juta Orang di Israel Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
Laporan Investigasi:...
Laporan Investigasi: Tentara Bayaran Kolombia Gabung RSF dalam Perang Sudan, Digaji UEA
1,6 Juta Orang Masih...
1,6 Juta Orang Masih Hadapi Kelaparan Tingkat Krisis di Gaza
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved