Tak Peduli AS Marah, Erdogan Tak Ragu Beli Batch Kedua S-400 Rusia

Senin, 30 Agustus 2021 - 10:27 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Pesawat Tak Berawak AS Serang Mobil Bomber ISIS-K yang Menuju Bandara Kabul

Kontrak pertama kedua negara tentang sistem pertahanan udara canggih itu ditandatangani pada akhir 2017. Kesepakatan senilai USD2,5 miliar itu terlaksana dengan pengiriman empat baterai S-400 penuh, termasuk peluncur, kendaraan komando dan logistik, serta rudal untuk sistem tersebut. Pengiriman sistem dimulai pada 2019 dan telah selesai.

Langkah Ankara yang membeli senjata pertahanan Rusia telah memicu reaksi marah di AS, di mana Washington berulang kali berusaha menekan Turki agar meninggalkan kesepakatan tersebut. Washington mengklaim S-400 tidak sesuai dengan dan bahkan berpotensi berbahaya bagi sistem persenjataan NATO.

Turki, bagaimanapun, tidak tunduk pada tekanan itu, di mana masalah pembelian S-400 meninggalkan kerusakan besar pada hubungan negara itu dengan AS. Kesepakatan itu akhirnya mendorong Washington untuk mengeluarkan Ankara dari program pesawat tempur generasi kelima F-35, dan membatalkan penjualan pesawat itu untuk Ankara.

Washington juga menargetkan sektor pertahanan Turki dengan sanksi Desember lalu dan mengancam hukuman lebih lanjut jika Ankara membeli lebih banyak sistem senjata dari Moskow.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Perang Semakin Sengit,...
Perang Semakin Sengit, Inggris Mulai Tarik Staf Kedubes dari Iran
Rekomendasi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved