Habisi Petinggi ISIS-K Afghanistan, AS Gunakan 'Bom Ninja'
Minggu, 29 Agustus 2021 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Serangan di provinsi Nangarhar di Afghanistan timur merupakan pembalasan atas serangan bandara Kabul.
Baca juga: Balas Dendam, AS Gempur ISIS-K di Afghanistan
Pejabat Pentagon tidak merinci bagaimana para militan yang ditargetkan terhubung dengan serangan bandara Kabul, atau apakah mereka terlibat dalam perencanaan serangan di masa depan. Pejabat lain mengatakan mereka terkait dengan keduanya.
Penggunaan rudal Hellfire khusus, yang di dalam militer disebut bahasa sehari-hari sebagai "Ginsu terbang," mengingatkan merek pisau populer yang dijual di infomersial TV pada 1970-an, belum diungkapkan. Senjata itu juga telah dijuluki "bom ninja," seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Minggu (29/8/2021).
The Wall Street Journal pertama kali melaporkan keberadaan rudal khusus ini pada tahun 2019. Rudal ini membawa hulu ledak inert dan dirancang untuk meluncur melalui bagian atas mobil dan bangunan untuk mencapai targetnya, sambil menyebabkan kerusakan minimal pada properti dan individu di dekatnya.
Pemerintah AS tidak pernah secara terbuka mengakui keberadaan senjata ini. Sejumlah pejabat telah menggambarkan rudal dan penggunaanya kepada Wall Street Journal.
Baca juga: Balas Dendam, AS Gempur ISIS-K di Afghanistan
Pejabat Pentagon tidak merinci bagaimana para militan yang ditargetkan terhubung dengan serangan bandara Kabul, atau apakah mereka terlibat dalam perencanaan serangan di masa depan. Pejabat lain mengatakan mereka terkait dengan keduanya.
Penggunaan rudal Hellfire khusus, yang di dalam militer disebut bahasa sehari-hari sebagai "Ginsu terbang," mengingatkan merek pisau populer yang dijual di infomersial TV pada 1970-an, belum diungkapkan. Senjata itu juga telah dijuluki "bom ninja," seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Minggu (29/8/2021).
The Wall Street Journal pertama kali melaporkan keberadaan rudal khusus ini pada tahun 2019. Rudal ini membawa hulu ledak inert dan dirancang untuk meluncur melalui bagian atas mobil dan bangunan untuk mencapai targetnya, sambil menyebabkan kerusakan minimal pada properti dan individu di dekatnya.
Pemerintah AS tidak pernah secara terbuka mengakui keberadaan senjata ini. Sejumlah pejabat telah menggambarkan rudal dan penggunaanya kepada Wall Street Journal.
Lihat Juga :