Prancis dan Inggris Akan Usulkan Zona Aman Kabul
Minggu, 29 Agustus 2021 - 10:15 WIB
loading...
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto/Algulf
A
A
A
PARIS - Prancis dan Inggris akan mengajukan resolusi pada pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin besok tentang Afghanistan . Kedua negara Eropa itu akan mengusulkan zona aman di Kabul untuk mencoba dan melindungi orang-orang yang mencoba meninggalkan negara itu.
"Proposal resolusi kami bertujuan untuk menentukan zona aman di Kabul, di bawah kendali PBB, yang akan memungkinkan operasi kemanusiaan berlanjut," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada surat kabar Prancis Le Journal du Dimanche (JDD) dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu (29/8/2021) yang dinukil Reuters.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengadakan pertemuan di Afghanistan dengan utusan PBB untuk Inggris, Prancis, Amerika Serikat (AS), China dan Rusia. Negara-negara itu adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto.
Baca juga: Prancis Akhiri Misi Evakuasi di Bandara Kabul
Sebelumnya pada hari Sabtu, Macron mengatakan, Prancis mengadakan diskusi awal dengan Taliban tentang situasi kemanusiaan di Afghanistan dan kemungkinan evakuasi lebih banyak orang dari negara itu.
"Proposal resolusi kami bertujuan untuk menentukan zona aman di Kabul, di bawah kendali PBB, yang akan memungkinkan operasi kemanusiaan berlanjut," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada surat kabar Prancis Le Journal du Dimanche (JDD) dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu (29/8/2021) yang dinukil Reuters.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengadakan pertemuan di Afghanistan dengan utusan PBB untuk Inggris, Prancis, Amerika Serikat (AS), China dan Rusia. Negara-negara itu adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto.
Baca juga: Prancis Akhiri Misi Evakuasi di Bandara Kabul
Sebelumnya pada hari Sabtu, Macron mengatakan, Prancis mengadakan diskusi awal dengan Taliban tentang situasi kemanusiaan di Afghanistan dan kemungkinan evakuasi lebih banyak orang dari negara itu.
Lihat Juga :