Taliban: Perlawanan Panjshir Hanya Dua Orang yang Ingin Perang Berlanjut
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 22:53 WIB
loading...
Staf kedutaan memasang potret Wakil Presiden Pertama Afghanistan Amrullah Saleh sebagai presiden sementara yang sah dan Ahmad Massoud di dinding kedutaan besar Afghanistan di Dushanbe, Tajikistan, pada 18 Agustus 2021. Foto/REUTERS
A
A
A
KABUL - Taliban mengabaikan kekuatan kelompok perlawanan Panjshir yang saat ini berada di wilayah yang belum dikuasai Taliban.
Menurut Taliban, pasukan Panjshir di Afghanistan utara hanya gangguan kecil yang dapat diselesaikan melalui pembicaraan atau dengan kekuatan militer.
“Itu bukan masalah besar. Hanya dua orang yang ingin melanjutkan perang, Amrullah Saleh dan Ahmad Massoud,” ujar juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada media Rusia.
Baca juga: Rusia Pasang Rudal Hipersonik ‘Pembunuh Kapal Induk’ di Semua Kapal Perangnya
Mujahid telah ditunjuk sebagai menteri informasi dalam pemerintahan yang dibentuk Taliban. Dia menjelaskan tentang gerakan perlawanan Panjshir di utara negara itu.
Baca juga: Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Kini Jadi Kurir Sepeda di Jerman
Lembah Panjshir terletak sekitar 150 km di utara Kabul. Wilayah itu benteng perlawanan terhadap Taliban yang telah menguasai Kabul dan sebagian besar negara itu selama perang saudara Afghanistan pada 1990-an.
Menurut Taliban, pasukan Panjshir di Afghanistan utara hanya gangguan kecil yang dapat diselesaikan melalui pembicaraan atau dengan kekuatan militer.
“Itu bukan masalah besar. Hanya dua orang yang ingin melanjutkan perang, Amrullah Saleh dan Ahmad Massoud,” ujar juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada media Rusia.
Baca juga: Rusia Pasang Rudal Hipersonik ‘Pembunuh Kapal Induk’ di Semua Kapal Perangnya
Mujahid telah ditunjuk sebagai menteri informasi dalam pemerintahan yang dibentuk Taliban. Dia menjelaskan tentang gerakan perlawanan Panjshir di utara negara itu.
Baca juga: Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Kini Jadi Kurir Sepeda di Jerman
Lembah Panjshir terletak sekitar 150 km di utara Kabul. Wilayah itu benteng perlawanan terhadap Taliban yang telah menguasai Kabul dan sebagian besar negara itu selama perang saudara Afghanistan pada 1990-an.
Lihat Juga :