China Sebut Laporan Intelijen AS Soal Asal-usul COVID-19 Sudah Diatur

Selasa, 24 Agustus 2021 - 22:32 WIB
loading...
China Sebut Laporan...
China sebut laporan intelijen AS soal asal usul COVID-19 sudah diatur. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China , Wang Wenbin menyatakan, laporan komunitas intelijen Amerika Serikat (AS) terkait asal usul virus Corona baru sudah diatur sedemikian rupa. Laporan itu nantinya hanya akan mengkonfirmasi temuan yang sudah ditentukan dan mengalihkan tanggung jawab atas pandemi COVID-19 .

Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa laporan komunitas intelijen AS akan disampaikan kepada Presiden Joe Biden pada Selasa waktu setempat.

Komunitas intelijen AS saat ini masih tetap berselisih mengenai asal-usul virus Corona baru karena waktu terus berjalan untuk berakhirnya tenggat waktu penyelidikan 90 hari atas masalah tersebut, sesuai yang diperintahkan oleh Presiden Joe Biden pada Mei lalu.

"Badan intelijen AS memiliki reputasi buruk. Apa yang disebut penyelidikan mereka tidak akan pernah didasarkan pada fakta dan kebenaran," ujar Wang.

"Ini tidak lebih dari kompilasi informasi yang berbeda untuk mengalihkan kesalahan dan membuktikan kesimpulan yang telah ditentukan sebelumnya dengan bantuan bukti yang dipilih. Ini tidak menginspirasi kepercayaan apa pun," klaim Wang seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (24/8/2021).

Dia mendesak Washington untuk berhenti mempolitisasi masalah asal-usul COVID-19, sesuatu yang menurut Wang merusak kerja sama internasional di bidang ini.

"Kami merekomendasikan agar AS harus menghentikan manipulasi politik dan kembali ke jalur penelitian ilmiah tentang asal usul virus Corona sesegera mungkin," kata juru bicara itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved