Taliban Hina Telak AS, Kibarkan Bendera Syahadat Mirip Adegan Imo Jiwa

Senin, 23 Agustus 2021 - 07:29 WIB
loading...
A A A
Taliban sebelumnya dilaporkan telah memperoleh perangkat biometrik militer AS yang dapat mengidentifikasi warga Afghanistan yang membantu upaya koalisi NATO.

Selama beberapa minggu terakhir, bahkan sebelum serangan kilat Taliban di Kabul, video telah muncul menunjukkan militan memeriksa rampasan perang, termasuk senjata buatan AS yang disita dari Tentara Nasional Afghanistan (ANA).

ANA benar-benar runtuh ketika koalisi NATO pimpinan AS mulai mempercepat penarikan tentara mereka, dengan beberapa unit menyerah tanpa perlawanan, dan menyerahkan senjata serta peralatan mereka kepada kelompok militan tersebut.

Menurut beberapa perkiraan, Taliban sekarang mungkin memiliki lebih dari 2.000 Humvee AS dan kendaraan lapis baja lainnya, dan sebanyak 40 pesawat–termasuk Black Hawks, helikopter serang pengintai, dan drone militer.

Kelompok itu juga dapat memanfaatkan persenjataan sekitar 600.000 senapan serbu M16 dan senjata infanteri lainnya, sekitar 162.000 buah peralatan komunikasi dan 16.000 kacamata penglihatan malam, yang diberikan oleh Pentagon kepada pasukan Afghanistan sejak tahun 2003.

Biden, sementara itu, melawan kritik terhadap penarikan tentara AS, menyalahkan para pemimpin dan militer Afghanistan karena gagal melawan Taliban, dan bersikeras bahwa militer AS melakukan semua yang mereka bisa untuk Afghanistan selama hampir 20 tahun pendudukannya di negara itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Ganas! Gelombang Panas...
Ganas! Gelombang Panas Lebih Dahsyat Akan Terjang Eropa, Suhu Capai 43 Derajat Celsius 
Rekomendasi
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Stres Jadi Salah Satu...
Stres Jadi Salah Satu Pemicu GERD Kambuh, Ini Cara Mengelolanya
Zico Ngamuk, FIFA Tuding...
Zico Ngamuk, FIFA Tuding Selamatkan Messi
Berita Terkini
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved