Menyerah pada Taliban, Ada Apa dengan 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS?

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 10:41 WIB
loading...
A A A
“Pesannya telah tersiar: Mengenakan seragam Anda dan menjalankan tugas sebagai tentara Afghanistan adalah poin yang cukup diperdebatkan pada tahap ini,” kata Jason Campbell, peneliti kebijakan di kelompok think tank Rand Corporation, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur negara untuk Afganistan di Pentagon.

Baca juga: Biden Tak Sangka 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS Menyerah pada Taliban

Kisah Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan, bagaimanapun, belum berakhir. The Washington Post mendokumentasikan kepahlawanan di antara sekelompok kecil pasukan komando di bandara yang terus mendukung rekan-rekan Amerika mereka dan mengamankan evakuasi yang aman bagi keluarga mereka dan orang lain.

Selain itu, US News telah mendengar dari beberapa sumber laporan tentang beberapa sisa operasi militer Afghanistan di provinsi Panjshir yang terkenal tidak ramah—bagian dari bagian timur laut negara yang bergolak dan bergunung-gunung, di dekat medan perang yang sekarang terkenal seperti lembah Korengal yang juga mengganggu kehadiran militer AS selama perang.

Panjshir adalah satu-satunya provinsi yang belum diduduki Taliban, kemungkinan sebagian karena ketidakpercayaan historis penduduk setempat terhadap jaringan pemberontak. Hal ini juga rupanya keberadaan Wakil Presiden Pertama Afghanistan Amrullah Saleh, yang telah mengeklaim di sosial media dalam beberapa hari terakhir bahwa dia sekarang adalah pemimpin yang sah dari Afghanistan setelah mantan presidennya, Ashraf Ghani, melarikan diri pada hari Minggu.

"Ada sesuatu di sana," kata Bill Roggio, seorang fellow senior di Foundation for the Defense of Democracies yang dengan cermat melacak kemajuan Taliban. "Kita akan lihat apakah Taliban bergerak untuk menghancurkannya, atau mencurahkan sumber daya untuk Kabul."

Roggio juga mendokumentasikan "benteng terakhir perlawanan" ini di Panjshir dalam sebuah posting untuk yayasan Long War Journal pada Rabu sore.

Laporan-laporan itu, bagaimanapun, telah terbukti menjadi pengecualian langka untuk tren keseluruhan tentang keberhasilan AS dalam menciptakan pasukan keamanan menurut citranya sendiri, seringkali dengan rekrutan yang tidak bisa membaca atau menulis.

Beberapa pejabat dan mantan pejabat yang berbicara dengan US News dengan syarat anonim mengatakan jumlah tentara dan polisi Afghanistan tidak pernah mencapai 300.000, tentu saja tidak dalam beberapa tahun terakhir. Sebaliknya itu adalah jumlah yang disepakati bersama oleh suksesi administrasi Amerika dan Afghanistan sebagai apa yang mereka yakini dibutuhkan negara itu, dan, oleh karena itu, AS akan mendanai gaji, pelatihan, dan pengeluaran lain pada tingkat itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Dituduh Spionase Iran,...
Dituduh Spionase Iran, 3 Orang Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup di Bahrain
Trump: AS Akan Hancurkan...
Trump: AS Akan Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran
Rekomendasi
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Driver Taksi Ini Simpan...
Driver Taksi Ini Simpan Rahasia Gelap, Nonton Microdrama Midnight Meter di V+Short
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved