Bersumpah Tidak Balas Dendam, Taliban Ternyata Buru Warga Afghanistan yang Membantu AS
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 01:17 WIB
loading...
A
A
A
Dokumen tersebut, tertanggal Rabu, ditulis oleh Pusat Analisis Global Norwegia, sebuah organisasi yang memberikan data intelijen kepada badan-badan PBB.
"Mereka menargetkan keluarga dari mereka yang menolak menyerahkan diri, dan menuntut serta menghukum keluarga mereka 'menurut hukum Syariah,'" Christian Nellemann, direktur eksekutif kelompok itu, mengatakan kepada AFP.
"Kami menduga kedua individu yang sebelumnya bekerja dengan pasukan NATO/AS dan sekutu mereka, bersama dengan anggota keluarga mereka akan disiksa dan dieksekusi," sambungnya.
"Ini akan semakin membahayakan badan intelijen barat, jaringan, metode, dan kemampuan mereka untuk melawan Taliban, ISIS, dan ancaman teroris lainnya di depan," tambahnya.
Laporan itu mengatakan para militan "dengan cepat merekrut" informan baru untuk berkolaborasi dengan rezim Taliban dan memperluas daftar target mereka dengan menghubungi masjid dan pialang uang.
Sebelumnya juga dilaporkan jika Taliban telah menyita peralatan biometrik canggih milik militer AS. Perangkat ini dapat memindai wajah, iris, dan jari, yang dapat membantu mereka mengidentifikasi warga Afghanistan yang membantu pasukan koalisi dalam upaya diplomatik atau operasi militer.
"Mereka menargetkan keluarga dari mereka yang menolak menyerahkan diri, dan menuntut serta menghukum keluarga mereka 'menurut hukum Syariah,'" Christian Nellemann, direktur eksekutif kelompok itu, mengatakan kepada AFP.
"Kami menduga kedua individu yang sebelumnya bekerja dengan pasukan NATO/AS dan sekutu mereka, bersama dengan anggota keluarga mereka akan disiksa dan dieksekusi," sambungnya.
"Ini akan semakin membahayakan badan intelijen barat, jaringan, metode, dan kemampuan mereka untuk melawan Taliban, ISIS, dan ancaman teroris lainnya di depan," tambahnya.
Laporan itu mengatakan para militan "dengan cepat merekrut" informan baru untuk berkolaborasi dengan rezim Taliban dan memperluas daftar target mereka dengan menghubungi masjid dan pialang uang.
Sebelumnya juga dilaporkan jika Taliban telah menyita peralatan biometrik canggih milik militer AS. Perangkat ini dapat memindai wajah, iris, dan jari, yang dapat membantu mereka mengidentifikasi warga Afghanistan yang membantu pasukan koalisi dalam upaya diplomatik atau operasi militer.
Lihat Juga :