Iran Kembali Terapkan Lockdown di Tengah Peningkatan Infeksi Covid-19
Minggu, 15 Agustus 2021 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Ribuan orang mengantri di pusat vaksinasi di Iran Mall di Teheran, di mana perwakilan Kementerian Kesehatan, Bahare Karimi mengatakan petugas kesehatan sudah sangat kelelahan.
Dia mengatakan, pusat itu memberikan vaksin Sinopharm buatan China, tetapi jenis vaksin yang diberikan mungkin berbeda dari hari ke hari. Selain Sinopharm, Iran juga menggunakan vaksin Sputnik V Rusia, Bharat Biotech India dan vaksin AstraZeneca/Oxford.
Pihak berwenang telah menyetujui penggunaan darurat dua vaksin buatan lokal, tetapi satu-satunya yang diproduksi secara massal, COVIran Barekat, kekurangan pasokan.
Pekerja apotek Hamed Rahmati mengeluh saat dia menunggu dalam antrian untuk menerima vaksin. “Mereka tidak mengimpor vaksin ketika seharusnya dan sekarang sudah terlambat,” katanya, seperti dilansir Arab News pada Minggu (15/8/2021).
Presiden baru Iran, Ebrahim Raisi mengatakan, negaranya membutuhkan tambahan 60 juta dosis vaksin untuk bisa mengendalikan situasi. Baca juga: Terlalu Mahal, Alasan Iran Batal Beli Vaksin Covid-19
Dia mengatakan, pusat itu memberikan vaksin Sinopharm buatan China, tetapi jenis vaksin yang diberikan mungkin berbeda dari hari ke hari. Selain Sinopharm, Iran juga menggunakan vaksin Sputnik V Rusia, Bharat Biotech India dan vaksin AstraZeneca/Oxford.
Pihak berwenang telah menyetujui penggunaan darurat dua vaksin buatan lokal, tetapi satu-satunya yang diproduksi secara massal, COVIran Barekat, kekurangan pasokan.
Pekerja apotek Hamed Rahmati mengeluh saat dia menunggu dalam antrian untuk menerima vaksin. “Mereka tidak mengimpor vaksin ketika seharusnya dan sekarang sudah terlambat,” katanya, seperti dilansir Arab News pada Minggu (15/8/2021).
Presiden baru Iran, Ebrahim Raisi mengatakan, negaranya membutuhkan tambahan 60 juta dosis vaksin untuk bisa mengendalikan situasi. Baca juga: Terlalu Mahal, Alasan Iran Batal Beli Vaksin Covid-19
(ian)
Lihat Juga :