Ada Jenderal Vahidi di Kabinet Iran, Israel Sebut Wajah Pemerintah Teror Baru
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Jenderal Vahidi adalah mantan menteri pertahanan yang masuk daftar hitam oleh Amerika Serikat (AS) pada tahun 2010. Dia adalah kepala operasi internasional Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang dikenal sebagai Pasukan Quds, pada saat pemboman AMIA Jewish Center [Pusat Yahudi AMIA] di Ibu Kota Argentina. Namanya muncul di daftar "red notice" Interpol terkait serangan di gedung AMIA.
Pemboman AMIA (Argentine Israelte Mutual Association), yang dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri asal Lebanon yang mengendarai sebuah bom mobil di gedung bertingkat itu, menewaskan 85 orang dan melukai ratusan lainnya. Pembom itu kemudian diidentifikasi sebagai Ibrahim Hussein Berro, seorang agen dari kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Kementerian Luar Negeri Israel juga mengambil kesempatan untuk mengulangi karakterisasi Raisi sebagai “jagal dari Teheran", mencatat bahwa dia bertanggung jawab karena membunuh ribuan pembangkang Iran ketika dia menjabat sebagai kepala peradilan negara itu.
“Ini adalah wajah pemerintah teror baru di Iran,” kata kementerian itu, seperti dikutip Times of Israel, Kamis. "Para menterinya bertanggung jawab atas pembunuhan orang-orang di seluruh dunia.”
Raisi juga menominasikan diplomat karier garis keras Hossein Amirabdollahian untuk jabatan menteri luar negeri, ketika Iran dan AS berusaha kembali kesepakatan nuklir 2015.
Pemboman AMIA (Argentine Israelte Mutual Association), yang dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri asal Lebanon yang mengendarai sebuah bom mobil di gedung bertingkat itu, menewaskan 85 orang dan melukai ratusan lainnya. Pembom itu kemudian diidentifikasi sebagai Ibrahim Hussein Berro, seorang agen dari kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Kementerian Luar Negeri Israel juga mengambil kesempatan untuk mengulangi karakterisasi Raisi sebagai “jagal dari Teheran", mencatat bahwa dia bertanggung jawab karena membunuh ribuan pembangkang Iran ketika dia menjabat sebagai kepala peradilan negara itu.
“Ini adalah wajah pemerintah teror baru di Iran,” kata kementerian itu, seperti dikutip Times of Israel, Kamis. "Para menterinya bertanggung jawab atas pembunuhan orang-orang di seluruh dunia.”
Raisi juga menominasikan diplomat karier garis keras Hossein Amirabdollahian untuk jabatan menteri luar negeri, ketika Iran dan AS berusaha kembali kesepakatan nuklir 2015.
Lihat Juga :