Taliban Rebut Kandahar dan Herat, Pukulan Telak bagi Afghanistan
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, warga dan jurnalis lokal melaporkan bahwa Herat, kota terbesar ketiga di negara itu, telah jatuh ke tangan kelompok bersenjata Taliban.
Jika jatuhnya dua kota itu terkonfirmasi, maka Taliban sudah merebut 12 ibu kota provinsi di Afghanistan hanya dalam hitungan hari.
Pada hari Kamis, Ibu Kota Provinsi Ghazni; Ghazni, yang berjarak sekitar 130km (80 mil) barat daya ibu kota nasional, Kabul, menjadi ibu kota provinsi ke-10 yang jatuh ke tangan Taliban.
Dari 34 ibu kota provinsi, sudah 10 yang terkonfirmasi jatuh ke tangan kelompok bersenjata tersebut.
Jurnalis Al Jazeera, Charlotte Bellis, yang melaporkan dari Kabul, mengatakan bahwa direbutnya Herat adalah “keuntungan besar” bagi Taliban, dan “kerugian besar” bagi pasukan pemerintah, ketika kelompok bersenjata itu melanjutkan kemajuan militernya di Afghanistan di tengah penarikan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat (AS) setelah 20 tahun perang.
Sementara itu, sebuah sumber pemerintah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Afghanistan telah menawarkan Taliban bagian kekuasaan selama kekerasan yang meningkat di negara itu berhenti.
Jika jatuhnya dua kota itu terkonfirmasi, maka Taliban sudah merebut 12 ibu kota provinsi di Afghanistan hanya dalam hitungan hari.
Pada hari Kamis, Ibu Kota Provinsi Ghazni; Ghazni, yang berjarak sekitar 130km (80 mil) barat daya ibu kota nasional, Kabul, menjadi ibu kota provinsi ke-10 yang jatuh ke tangan Taliban.
Dari 34 ibu kota provinsi, sudah 10 yang terkonfirmasi jatuh ke tangan kelompok bersenjata tersebut.
Jurnalis Al Jazeera, Charlotte Bellis, yang melaporkan dari Kabul, mengatakan bahwa direbutnya Herat adalah “keuntungan besar” bagi Taliban, dan “kerugian besar” bagi pasukan pemerintah, ketika kelompok bersenjata itu melanjutkan kemajuan militernya di Afghanistan di tengah penarikan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat (AS) setelah 20 tahun perang.
Sementara itu, sebuah sumber pemerintah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Afghanistan telah menawarkan Taliban bagian kekuasaan selama kekerasan yang meningkat di negara itu berhenti.
Lihat Juga :