Presiden Madagaskar Pecat Seluruh Menterinya karena Kinerja Buruk
Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Pekan lalu, seorang jaksa senior mengatakan Madagaskar telah menangkap 21 tersangka lagi, termasuk 12 personel militer, sehubungan dengan rencana untuk membunuh Rajoelina dan menggulingkan pemerintah.
Enam orang, salah satunya warga negara Prancis, ditangkap bulan lalu karena dicurigai terlibat dalam plot tersebut, setelah apa yang dikatakan para pejabat adalah penyelidikan selama berbulan-bulan di pulau Samudra Hindia itu.
Madagaskar, negara bekas jajahan Prancis yang miskin dan berpenduduk 26 juta, memiliki sejarah kekerasan dan ketidakstabilan politik. Rajoelina, 44, dilantik sebagai presiden pada 2019 setelah pemilu yang disengketakan dengan panas dan gugatan di Mahkamah Konstitusi dari rivalnya.
Rajoelina pertama kali mengambil alih kekuasaan dalam kudeta Maret 2009, menggulingkan Marc Ravalomanana. Dia tetap memegang kendali sebagai kepala pemerintahan transisi hingga 2014.
Dalam pemilu 2019, Ravalomanana menantang Rajoelina, kalah, dan mengatakan pemungutan suara pemilu itu curang.
Enam orang, salah satunya warga negara Prancis, ditangkap bulan lalu karena dicurigai terlibat dalam plot tersebut, setelah apa yang dikatakan para pejabat adalah penyelidikan selama berbulan-bulan di pulau Samudra Hindia itu.
Madagaskar, negara bekas jajahan Prancis yang miskin dan berpenduduk 26 juta, memiliki sejarah kekerasan dan ketidakstabilan politik. Rajoelina, 44, dilantik sebagai presiden pada 2019 setelah pemilu yang disengketakan dengan panas dan gugatan di Mahkamah Konstitusi dari rivalnya.
Rajoelina pertama kali mengambil alih kekuasaan dalam kudeta Maret 2009, menggulingkan Marc Ravalomanana. Dia tetap memegang kendali sebagai kepala pemerintahan transisi hingga 2014.
Dalam pemilu 2019, Ravalomanana menantang Rajoelina, kalah, dan mengatakan pemungutan suara pemilu itu curang.
(min)
Lihat Juga :