Kapal Selam Serangan Nuklir China Kuntit Kapal Induk Inggris di Pasifik

Senin, 09 Agustus 2021 - 07:39 WIB
loading...
A A A
“Beijing menggunakan teknologi untuk menemukan posisi kami, tetapi mengerahkan kapal selam untuk memperkuat niat mereka yang lebih luas untuk bergerak menuju status kekuatan super dan mendominasi perdagangan dan keamanan di seluruh Pasifik— bertentangan dengan hukum internasional," lanjut sumber militer tersebut seperti dikutip dari Express.co.uk, Senin (9/8/2021).

Beijing mengoperasikan enam kapal selam generasi kedua baru, yang secara resmi dikenal sebagai kelas Type 093, yang mulai beroperasi pada tahun 2006. Memiliki 85 awak, mereka dapat tinggal di laut selama 80 hari dengan kemampuan untuk mengirimkan rudal pembunuh kapal supersonik.

Sebuah kapal selam kelas Astute Angkatan Laut Kerajaan diketahui telah mengidentifikasi kapal Shang ketiga saat berpatroli di depan gugus tugas dalam apa yang oleh awak kapal selam sebut proses "berlari diam", di mana tidak ada suara yang dibuat oleh kru dan memungkinkan operator untuk menemukan kontak bawah permukaan apa pun.

Operator dapat mengidentifikasi sebagian besar kapal perang dan kapal selam dengan suara yang dihasilkan dari baling-balingnya—ciri khas yang unik untuk setiap kapal selam—yang dirujuk dalam "perpustakaan digital" suara kapal selam.

Baca juga: AS dan Indonesia Inginkan Kebebasan Navigasi di Laut China Selatan

China saat ini memiliki 66 kapal selam, lebih banyak dari Angkatan Laut AS dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang digunakan untuk memproyeksikan kekuatan militer untuk memengaruhi negara-negara di Pasifik di mana Presiden Xi Jinping mengatakan negaranya akan mendominasi perdagangan dan menyatukan kembali pulau Taiwan dengan China daratan.

Sumber Angkatan Laut AS juga mengatakan bahwa kapal China telah berusaha untuk membayangi kapal Amerika dan semakin aktif di Pasifik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved