Bom Hiroshima Sudah 76 Tahun Berlalu Tanpa Ada Kata Maaf dari AS

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 12:44 WIB
loading...
A A A
Permintaan itu dilakukan setelah Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach mengunjungi Hiroshima pada 16 Juli, seminggu sebelum pembukaan Olimpiade. Dalam kunjungannya, Bach menyerukan solidaritas global dalam membangun masa depan yang lebih damai.

Adapun perjanjian PBB untuk melarang senjata nuklir, yang saat ini memiliki 86 negara penandatangan, Matsui meminta pemerintah Jepang untuk menandatangani dan meratifikasinya untuk melakukan "mediasi produktif" antara negara-negara yang memiliki senjata nuklir dan non-nuklir.

Jepang telah menolak untuk berpartisipasi dalam Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir bersama dengan negara-negara senjata nuklir dunia karena berada di bawah payung nuklir AS.

Suga, yang menghadiri upacara untuk pertama kalinya sebagai perdana menteri, tidak merujuk pada perjanjian baru dalam pidatonya tetapi mengatakan pemerintah akan terus berusaha untuk membuat konferensi tinjauan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir berikutnya bermanfaat dengan menemukan titik temu antar-negara.

Suga secara tidak sengaja melewatkan bagian dari pidatonya, dan kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut.

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf karena melewatkan beberapa bagian pidato saya pada upacara tersebut," kata perdana menteri pada konferensi pers yang diadakan setelah upacara, seperti dikutip Japan Times.

Bagian yang dilewati termasuk referensi ke Jepang sebagai satu-satunya negara yang menderita bom atom dan misinya untuk mencapai dunia yang bebas dari senjata nuklir.

Dia melewatkan satu halaman, dan kesalahan itu diketahui ketika penyiar publik NHK berhenti menampilkan subtitle selama pidatonya pada upacara peringatan Bom Hiroshima.

Baca juga: Pegang Teguh Fatwa Khamenei, Presiden Raisi Haramkan Iran Miliki Senjata Nuklir
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved