Teken Memorandum Deportasi, Biden Berikan Perlindungan Bagi Warga Hong Kong

Kamis, 05 Agustus 2021 - 22:25 WIB
loading...
Teken Memorandum Deportasi,...
Presiden AS Joe Biden menandatangani memorandum deportasi untuk memberikan perlindungan bagi warga Hong Kong yang melarikan diri dari tindakan represif China. Foto/CTV News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani sebuah memorandum yang memperluas tempat perlindungan sementara untuk penduduk Hong Kong yang melarikan diri dari tindakan represif China .

"Memorandum presiden mengarahkan penundaan deportasi penduduk Hong Kong tertentu yang hadir di Amerika Serikat, memberi mereka tempat yang aman sementara," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN, Kamis (5/8/2021).

Itu terjadi lebih dari setahun setelah undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan oleh China mengkriminalisasi tindakan pemisahan diri, subversi, terorisme dan kolusi di Hong Kong, yang telah menyebabkan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat. Sebuah surat kabar telah ditutup, protes publik tampaknya dilarang, dan hampir semua tokoh pro-demokrasi terkemuka di kota itu, termasuk aktivis dan politisi, telah dipenjara atau dipaksa ke pengasingan.

Baca juga: Orang Pertama Didakwa dengan UU Keamanan Hong Kong Divonis Bersalah

"Tindakan ini menunjukkan dukungan kuat Presiden Biden untuk orang-orang di Hong Kong dalam menghadapi penindasan yang sedang berlangsung oleh Republik Rakyat China (RRC), dan menjelaskan bahwa kami tidak akan berpangku tangan saat RRC melanggar janjinya kepada Hong Kong dan kepada masyarakat internasional," kata Psaki.

"Mengingat penangkapan dan pengadilan bermotif politik, pembungkaman media, dan berkurangnya ruang untuk pemilihan umum dan oposisi demokratis, kami akan terus mengambil langkah-langkah untuk mendukung orang-orang di Hong Kong," ia menambahkan.

Keputusan itu juga terjadi setelah Biden mendeklarasikan keadaan darurat nasional sehubungan dengan Hong Kong bulan lalu, mengutip tindakan China yang secara fundamental merusak otonomi Hong Kong, yang dikatakan Gedung Putih, menimbulkan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi keamanan nasional, kebijakan, dan ekonomi Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Trump: Serangan ke Iran...
Trump: Serangan ke Iran Akan Berakhir sampai Saya Bilang "Cukup"
Rekomendasi
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Program Mandatori B50...
Program Mandatori B50 Wujudkan Swasembada Energi
Berita Terkini
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved