Gadis Kasta Terendah India Diperkosa Ramai-ramai, Dibunuh, dan Dikremasi Paksa

Kamis, 05 Agustus 2021 - 05:29 WIB
loading...
Gadis Kasta Terendah...
Di sinilah gadis dari kasta Dalit dikremasi paksa oleh para pelaku pemerkosaan termasuk pendeta, di New Delhi, India. Foto/aljazeera
A A A
NEW DELHI - Seorang gadis berusia sembilan tahun dari kasta terendah di India , Dalit, telah diperkosa, dibunuh, dan dikremasi secara paksa di ibu kota New Delhi.

Keluarga gadis tersebut menuntut keadilan bagi putrinya semata wayangnya.

Insiden mengerikan itu memicu protes hari keempat di kota itu pada Rabu (4/8). Ini jadi kasus terbaru kekerasan seksual yang menargetkan komunitas "tak tersentuh" yang berada di bagian paling bawah hierarki kasta India.

Baca juga: Bukti Ungkap Pangkalan Militer Rahasia India di Pulau Mauritius

Keluarga gadis itu menuduh seorang pendeta Hindu yang bekerja di krematorium setempat dan rekan-rekannya memperkosa gadis itu.

Baca juga: Saudi Izinkan Visa untuk 49 Negara, Indonesia Tidak Masuk Daftar

Mereka kemudian mengkremasi tubuh gadis itu tanpa persetujuan keluarga tersebut pada Minggu.

Baca juga: Korea Utara Marah Inggris Kirim Kapal Induk Terbesarnya ke Perairan Asia

Keluarga itu, bersama dengan para komunitas kasta Dalit dan aktivis lainnya, saat ini berkemah di satu jalan di lingkungan Nangal, New Delhi, untuk menuntut keadilan.

Polisi mengatakan mereka telah menangkap empat tersangka dan membuka penyelidikan atas insiden tersebut.

Gadis itu, yang tidak dapat diidentifikasi namanya menurut hukum India, pergi untuk mengambil air minum dari pendingin air di krematorium itu menurut kata ibunya kepada Al Jazeera pada Rabu (4/8).

“Ayahnya pergi ke pasar untuk membeli sayuran. Satu jam berlalu tetapi dia tidak kembali dan saya menjadi cemas. Jadi saya bergegas ke krematorium di mana pendeta mengatakan kepada saya, 'Putrimu sudah mati’,” ujar sang ibu.

“Saya terkejut dan meminta pendeta untuk memberi tahu saya bagaimana putri saya bisa mati. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin membawanya ke kantor polisi dan rumah sakit tetapi dia menolak, dengan mengatakan, 'Jangan lakukan itu. Saya akan memberi Anda uang tetapi mari kita selesaikan masalah ini di sini. Anda tidak akan bisa melawan kasus ini',” ujar sang ibu.

Ibu gadis itu mengatakan Radhey Shyam, pendeta berusia 55 tahun, mengatakan kepadanya bahwa putrinya meninggal karena tersengat listrik saat mengisi air.

“Tapi saya merasa dia berbohong,” ujar dia kepada Al Jazeera. Dia bersikeras ingin melihat tubuh putrinya.

“Dia terbaring tak bernyawa. Ada memar di tubuhnya, wajahnya pucat dan pakaiannya basah,” kenang sang ibu, suaranya pecah.

Sementara itu, pendeta Hindu dan rekan-rekannya mengunci gerbang krematorium dan secara paksa mengkremasi tubuh gadis itu, meskipun ada protes dari ibu yang tak berdaya tersebut.

Begitu berita tentang kejadian itu menyebar, ayah gadis itu dan tetangga mereka bergegas ke krematorium.

Mereka menangkap pendeta dan tiga orang lainnya, yang menurut laporan media setempat, mengaku memperkosa gadis muda itu.

Polisi tiba beberapa saat kemudian dan menahan para tersangka. Kasus pemerkosaan beramai-ramai, pembunuhan dan pelecehan seksual terhadap seorang anak telah didaftarkan terhadap para tersangka, sementara krematorium telah disegel.

Sejak Minggu, ratusan demonstran turun ke jalan di New Delhi, menuntut hukuman mati bagi empat pria yang dituduh melakukan kejahatan itu.

Keluarga gadis itu dan penduduk Nangal telah memblokir jalan raya di luar markas tentara di daerah tersebut.

Protes kemungkinan akan meningkat di seluruh negeri, dengan beberapa kelompok kasta Dalit mengumumkan demonstrasi menentang kekejaman yang dihadapi masyarakat, khususnya perempuan Dalit.

“Ini bukan insiden satu-satunya. Hanya saja hal itu terungkap. Kekerasan seksual terhadap perempuan, terutama mereka yang berasal dari kelas terbelakang, adalah hal biasa di negara ini dan mereka harus berjuang keras untuk mendapatkan keadilan,” ujar aktivis hak-hak perempuan yang berbasis di New Delhi, Suman Dixit, yang bergabung dengan keluarga tersebut untuk menggelar protes, kepada Al Jazeera.

India dianggap sebagai salah satu tempat paling berbahaya di dunia untuk wanita.

Data Kementerian Dalam Negeri India dari tahun lalu mengatakan seorang wanita diperkosa setiap 15 menit di negara itu.

Kebanyakan kejahatan seksual dan bentuk-bentuk kejahatan lainnya menargetkan kaum Dalit yang terpinggirkan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved