Tragis, Osama Bin Laden Ditemukan Gara-gara Pakaian Kering

Minggu, 01 Agustus 2021 - 11:59 WIB
loading...
A A A
Setelah serangan 11 September, keluarga itu berpencar, sementara Osama bin Laden bersembunyi di pegunungan Afghanistan dan di Pakistan utara.

Dia dilaporkan bertekad untuk menyatukan kembali keluarganya, itulah sebabnya, menurut buku itu, dia memerintahkan pengawalnya, Ibrahim Saeed Ahmed abd al-Hamid, untuk membeli tanah, menyewa seorang arsitek, dan membuat kompleks khusus di Abbottabad, Pakistan.

Baca juga: Biden: Kami Ikuti Osama bin Laden ke Gerbang Neraka dan Menangkapnya

Hasil dari pekerjaan itu adalah sebuah rumah utama berlantai tiga yang memiliki empat kamar tidur di lantai satu dan empat lagi di lantai dua, masing-masing dengan kamar mandi sendiri, dan lantai atas yang berisi kamar tidur, kamar mandi, ruang belajar, serta teras rumah untuk pemakaian pribadi Osama. Anggota keluarga dilaporkan mulai pindah ke kompleks itu pada tahun 2005 dan hampir tidak pernah pergi. Hanya el-Sadah yang diketahui mengunjungi rumah sakit dua kali dengan nama palsu untuk melahirkan.

Pengawal Osama, dengan anggota keluarganya sendiri, mengunjungi rumah utama secara teratur, tetapi tinggal di tempat tinggal terpisah di sebidang tanah yang sama, mengikuti langkah-langkah keamanan yang ketat dan menjaga kerahasiaan. Namun, suatu hari di tahun 2010, seorang informan CIA di kota Peshawar dilaporkan melihat Ibrahim di tengah keramaian. Pada bulan Agustus, mobil pengawal itu membawa CIA ke kompleks rumah milik Osama bin Laden, yang menurut buku itu ditempati, dengan tiga istri, delapan anak, dan empat cucu.

Properti itu memiliki banyak pekerjaan rahasia dan aneh yang memicu minat CIA. Khususnya, tidak adanya saluran telepon atau Internet, sangat sedikit jendela, dan teras berdinding.

"Siapa yang menempatkan dinding privasi di sekitar teras?" Direktur CIA saat itu Leon Panetta bertanya kepada staf setelah diberi pengarahan. "Tepat," jawab seorang analis, menurut buku itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
Perangkat Mata-mata...
Perangkat Mata-mata Israel Ditemukan Tersembunyi di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved