Mengkhawatirkan, Taliban Sudah Bunuh 7 Pilot Tempur Afghanistan Didikan AS
Sabtu, 31 Juli 2021 - 01:33 WIB
loading...
Pilot pesawat tempur A-29 Angkatan Udara Afghanistan. Foto/US Air Force/Staff Sgt Alexander W Riedel via REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Sudah tujuh pilot jet tempur Afghanistan didikan militer Amerika Serikat (AS) dibunuh kelompok Taliban di luar pangkalan dalam beberapa bulan terakhir. Pengawas pemerintah AS mengatakan rentetan pembunuhan itu menandai perkembangan lain yang
mengkhawatirkan bagi Angkatan Udara Afghanistan.
Pembunuhan tujuh pilot itu telah dikonfirmasi dua pejabat senior pemerintah Afghanistan kepada Reuters. Menurut mereka, itu bagian dari apa yang dikatakan Taliban adalah kampanye untuk melihat pilot Afghanistan yang dilatih AS "ditargetkan dan dihilangkan".
Baca juga: Setelah Menyangkal, Taliban Akui Bunuh Komedian Afghanistan Secara Brutal
Ketika Amerika Serikat bersiap untuk secara resmi mengakhiri misi militer 20 tahun di Afghanistan pada 31 Agustus, gerilyawan Taliban dengan cepat merebut wilayah yang pernah dikendalikan oleh pemerintah Presiden Ashraf Ghani yang didukung AS, menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka pada akhirnya dapat mencoba merebut ibu kota negara setempat, Kabul.
Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), dalam laporan triwulanannya kepada Kongres yang mencakup periode tiga bulan hingga Juni, secara luas menggambarkan Angkatan Udara Afghanistan (AAF) di bawah tekanan yang semakin besar untuk memerangi Taliban di tengah penarikan pasukan AS—dan menjadi kurang siap bertarung.
mengkhawatirkan bagi Angkatan Udara Afghanistan.
Pembunuhan tujuh pilot itu telah dikonfirmasi dua pejabat senior pemerintah Afghanistan kepada Reuters. Menurut mereka, itu bagian dari apa yang dikatakan Taliban adalah kampanye untuk melihat pilot Afghanistan yang dilatih AS "ditargetkan dan dihilangkan".
Baca juga: Setelah Menyangkal, Taliban Akui Bunuh Komedian Afghanistan Secara Brutal
Ketika Amerika Serikat bersiap untuk secara resmi mengakhiri misi militer 20 tahun di Afghanistan pada 31 Agustus, gerilyawan Taliban dengan cepat merebut wilayah yang pernah dikendalikan oleh pemerintah Presiden Ashraf Ghani yang didukung AS, menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka pada akhirnya dapat mencoba merebut ibu kota negara setempat, Kabul.
Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), dalam laporan triwulanannya kepada Kongres yang mencakup periode tiga bulan hingga Juni, secara luas menggambarkan Angkatan Udara Afghanistan (AAF) di bawah tekanan yang semakin besar untuk memerangi Taliban di tengah penarikan pasukan AS—dan menjadi kurang siap bertarung.
Lihat Juga :