China Kirim Dubes Baru untuk AS di Tengah Ketegangan

loading...
China Kirim Dubes Baru untuk AS di Tengah Ketegangan
Qin Gang, Dubes China untuk AS. Foto/Bloomberg
WASHINGTON - Duta Besar baru China untuk Amerika Serikat (AS) menguraikan tantangan yang dihadapi kedua negara dalam apa yang telah menjadi hubungan yang semakin kompetitif dan kontroversial, sambil menahan diri untuk mengkritik dalam sambutan singkat setelah tiba untuk mengambil jabatan barunya.

"China dan Amerika Serikat memasuki babak baru eksplorasi, pemahaman, dan adaptasi bersama, mencoba menemukan cara untuk bergaul satu sama lain di era baru," kata Qin Gang dalam sambutan yang diposting oleh Kedutaan Besar China di Washington setelah pidato kedatangannya seperti dikutip dari AP, Kamis (29/7/2021).

Kedatangan Qin ketika hubungan dengan AS telah jatuh ke tingkat terburuk dalam beberapa dekade tanpa ada tanda-tanda akan membaik. Kedua belah pihak tetap berselisih tajam atas sejumlah masalah, termasuk perdagangan, teknologi, keamanan siber, hak asasi manusia, dan kebijakan luar negeri China yang semakin tegas di bawah Presiden Xi Jinping.

Qin menggantikan Cui Tiankai, yang menjadi duta besar untuk Amerika Serikat selama delapan tahun selama hubungan yang terus memburuk.



Baca juga: Austin: AS Tak Ingin Berkonflik dengan China Tapi Tak Gentar Jika Terancam

Menurut profil resminya di situs web Kementerian Luar Negeri China, Qin sebelumnya bertugas di Kedutaan Besar China di London dan mengepalai Departemen Protokol tetapi belum memegang posisi yang bertanggung jawab langsung atas hubungan dengan AS.

Sebagai kepala protokol, ia bekerja langsung dengan Xi Jinping dan memiliki pengalaman luas mendampingi para pemimpin China di luar negeri.

Qin (55) baru-baru ini adalah salah satu dari sembilan wakil menteri luar negeri China dan telah menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri China dua kali. Ia mendapatkan reputasi untuk responsnya yang pedas dan kini menjadi standarisasi bagi mereka yang menduduki posisi itu.

“Pernyataan terbukanya terhadap Barat dan AS lebih keras daripada duta besar China pada masa sebelumnya,” kata Shi Yinhong, profesor hubungan internasional di Universitas Renmin di Beijing.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top