Aksinya Dituduh Kudeta, Ini Jawaban Presiden Tunisia Kais Saied
Selasa, 27 Juli 2021 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Presiden juga ingin meyakinkan komunitas bisnis bahwa Tunisia aman. "Kami tidak memiliki masalah dengan pengusaha," katanya tak lama setelah lembaga pemeringkat kredit Fitch memperingatkan Tunisia perlu mempertahankan cadangannya untuk menghindari penurunan peringkat lagi.
Baca juga: Turki Kutuk 'Kudeta' di Tunisia, Dianggap Tidak Sah dan Mengkhawatirkan
Aksi Presiden Saied terjadi setelah demo rusuh untuk memprotes penanganan pandemi COVID-19 dan situasi ekonomi.
Ribuan orang telah turun ke jalan di Ibu Kota Tunisia, Tunis, dan kota-kota lain pada hari Minggu menentang pembatasan terkait pandemi COVID-19. Demo yang diwarnai kerusuhan itu sebagian besar didominasi kaum muda yang berteriak; "Get out! [Keluar!]” dan slogan-slogan yang menyerukan pembubaran Parlemen dan pemilu dini.
Protes diserukan pada peringatan 64 tahun kemerdekaan Tunisia oleh sebuah kelompok baru yang disebut "Gerakan 25 Juli".
Pasukan keamanan dikerahkan, terutama di Tunis di mana blokade polisi memblokir semua jalan menuju arteri utama ibu kota, Avenue Bourguiba. Jalan itu adalah situs kunci bagi revolusi Tunisia satu dekade lalu yang menjatuhkan rezim diktator dan memicu pemberontakan Arab Spring.
Polisi juga dikerahkan di sekitar gedung Parlemen, mencegah demonstran mengaksesnya.
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan beberapa demonstran yang melemparkan proyektil ke arah petugas dan melakukan beberapa penangkapan. Bentrokan juga terjadi di beberapa kota lain, terutama di Nabeul, Sousse, Kairouan, Sfax dan Tozeur.
Baca juga: Turki Kutuk 'Kudeta' di Tunisia, Dianggap Tidak Sah dan Mengkhawatirkan
Aksi Presiden Saied terjadi setelah demo rusuh untuk memprotes penanganan pandemi COVID-19 dan situasi ekonomi.
Ribuan orang telah turun ke jalan di Ibu Kota Tunisia, Tunis, dan kota-kota lain pada hari Minggu menentang pembatasan terkait pandemi COVID-19. Demo yang diwarnai kerusuhan itu sebagian besar didominasi kaum muda yang berteriak; "Get out! [Keluar!]” dan slogan-slogan yang menyerukan pembubaran Parlemen dan pemilu dini.
Protes diserukan pada peringatan 64 tahun kemerdekaan Tunisia oleh sebuah kelompok baru yang disebut "Gerakan 25 Juli".
Pasukan keamanan dikerahkan, terutama di Tunis di mana blokade polisi memblokir semua jalan menuju arteri utama ibu kota, Avenue Bourguiba. Jalan itu adalah situs kunci bagi revolusi Tunisia satu dekade lalu yang menjatuhkan rezim diktator dan memicu pemberontakan Arab Spring.
Polisi juga dikerahkan di sekitar gedung Parlemen, mencegah demonstran mengaksesnya.
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan beberapa demonstran yang melemparkan proyektil ke arah petugas dan melakukan beberapa penangkapan. Bentrokan juga terjadi di beberapa kota lain, terutama di Nabeul, Sousse, Kairouan, Sfax dan Tozeur.
Lihat Juga :