Korban Terus Bertambah, Fasilitas Kesehatan di Brasil Terancam Lumpuh
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
Covas kini sedang berunding dengan gubernur negara bagian untuk memberlakukan pengetatan isolasi wilayah dalam memperlambat penyebaran virus corona. Gubernur Sao Paulo yang memimpin kepolisian mendukung lockdown tersebut agar bisa berjalan sukses.
Sebenarnya aturan isolasi wilayah telah diberlakukan selama dua bulan lalu ketika bisnis, sekolah, dan ruangan publik ditutup serta masyarakat diminta di rumah. Tapi, tidak ada hukuman dan sanksi sehingga banyak warga mengabaikannya. (Baca: Rusia Mengaku Khawatir dengan 'Perang' China dan AS)
Para pakar kesehatan di Brasil memperingatkan jumlah warga yang terinfeksi virus corona bisa saja lebih tinggi dibandingkan catatan pemerintah karena keterbatasan tes Covid-19. “Brasil hanya menguji mereka yang memeriksakan diri di rumah skait,” kata pakar kesehatan Universitas Sao Paulo, Domingo Alves.
Brasil selama beberapa pekan ini memang menjadi pusat pandemi virus corona di Amerika Latin. “Sangat sulit mengetahui apa yang terjadi berdasarkan data yang tersedia. Kita tidak memiliki kebijakan nyata untuk mengelola wabah,” kata Alves.
Brasil memang menjadi negara terbesar di Amerika Latin yang menjadi pusat wabah virus corona. Meskipun jumlah kasus virus corona sangat tinggi, pemerintahan Presiden Brasil Jair Bolsonaro tetap tidak peduli. Dia tetap menyerang kebijakan lockdown yang diimplementasikan beberapa gubernur untuk menangkal penyebaran virus korona. Dia tetap meminta pengusaha membuka bisnis mereka. “Pengangguran, kemiskinan, dan kemalangan adalah masa depan bagi mereka yang mendurung tirani isolasi total,” kata Bolsonaro dilansir Reuters.
Sementara itu, Wakil Presiden Brasil Hamilton Mourao juga sudah menjalani isolasi karena terinfeksi virus korona. Itu terjadi setelah seorang pegawai negeri yang berada di dekatnya ternyata terinfeksi virus korona. Mourao, 66, tidak menjalankan tugas kenegaraan. Beberapa menteri pada kabinet Bolsonaro juga menjalani tes Covid-19 setelah beberapa pejabatnya juga dilaporkan terinfeksi.
Sebenarnya aturan isolasi wilayah telah diberlakukan selama dua bulan lalu ketika bisnis, sekolah, dan ruangan publik ditutup serta masyarakat diminta di rumah. Tapi, tidak ada hukuman dan sanksi sehingga banyak warga mengabaikannya. (Baca: Rusia Mengaku Khawatir dengan 'Perang' China dan AS)
Para pakar kesehatan di Brasil memperingatkan jumlah warga yang terinfeksi virus corona bisa saja lebih tinggi dibandingkan catatan pemerintah karena keterbatasan tes Covid-19. “Brasil hanya menguji mereka yang memeriksakan diri di rumah skait,” kata pakar kesehatan Universitas Sao Paulo, Domingo Alves.
Brasil selama beberapa pekan ini memang menjadi pusat pandemi virus corona di Amerika Latin. “Sangat sulit mengetahui apa yang terjadi berdasarkan data yang tersedia. Kita tidak memiliki kebijakan nyata untuk mengelola wabah,” kata Alves.
Brasil memang menjadi negara terbesar di Amerika Latin yang menjadi pusat wabah virus corona. Meskipun jumlah kasus virus corona sangat tinggi, pemerintahan Presiden Brasil Jair Bolsonaro tetap tidak peduli. Dia tetap menyerang kebijakan lockdown yang diimplementasikan beberapa gubernur untuk menangkal penyebaran virus korona. Dia tetap meminta pengusaha membuka bisnis mereka. “Pengangguran, kemiskinan, dan kemalangan adalah masa depan bagi mereka yang mendurung tirani isolasi total,” kata Bolsonaro dilansir Reuters.
Sementara itu, Wakil Presiden Brasil Hamilton Mourao juga sudah menjalani isolasi karena terinfeksi virus korona. Itu terjadi setelah seorang pegawai negeri yang berada di dekatnya ternyata terinfeksi virus korona. Mourao, 66, tidak menjalankan tugas kenegaraan. Beberapa menteri pada kabinet Bolsonaro juga menjalani tes Covid-19 setelah beberapa pejabatnya juga dilaporkan terinfeksi.
Lihat Juga :