Cegah Penyebaran COVID-19, Warga Australia Dilarang Ngobrol

Rabu, 21 Juli 2021 - 16:18 WIB
loading...
Cegah Penyebaran COVID-19,...
Cegah penyebaran COVID-19, pejabat kesehatan New South Wales Australia melarang warga negara itu untuk berbicara satu sama lain. Foto/Ilustrasi
A A A
CANBERRA - Pejabat kesehatan New South Wales (NSW), Australia , menyerukan tindakan terbaru untuk mencegah penyebaran COVID-19 . Mereka melarang orang-orang untuk berbicara dengan orang lain.

Setelah melaporkan 78 kasus baru COVID-19 dan satu kematian di negara bagian tersebut, pejabat kesehatan NSW Dr. Kerry Chant mengatakan kepada wartawan bahwa warga Australia tidak boleh terlibat dalam percakapan, bahkan jika kedua belah pihak mengenakan masker, dan terlepas dari status vaksinasi.

“Meskipun sifat manusia untuk terlibat dalam percakapan dengan orang lain, untuk bersikap ramah, sayangnya, ini bukan waktunya untuk melakukan itu,” kata Chant.

"Jadi, bahkan jika Anda bertemu dengan tetangga sebelah Anda di pusat perbelanjaan jangan memulai percakapan. Sekaranglah waktunya untuk meminimalkan interaksi Anda dengan orang lain," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Tampilkan Pasien Muda Menderita, Iklan Vaksin COVID Australia Dikecam Publik

Menurut Chant masker tidak memberikan perlindungan total.

"Jadi penduduk harus menghindari berbicara satu sama lain dan benar-benar yakin bahwa, saat kita menjalani kehidupan kita sehari-hari, kita tidak bersentuhan dengan orang lain yang akan menimbulkan risiko,” ujarnya.

Chant juga meminta warga untuk terus tinggal di rumah dan menahan diri untuk tidak mengunjungi teman dan keluarga.

“Kita perlu mempertimbangkan setiap kali kita meninggalkan rumah, bahwa siapa pun yang bersama kita, siapa pun yang bersentuhan dengan kita, dapat menularkan virus,” imbaunya.

Sama seperti kepala penasihat medis Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci, Chant telah diperjuangkan oleh media arus utama sebagai pahlawan memerangi pandemi. The Guardian menyebut dokter itu sebagai "tak tergoyahkan" dan "senjata rahasia." Dia dinobatkan sebagai 'Woman of the Year' New South Wales untuk tahun 2021.

Baca juga: COVID-19 Indonesia Mengkhawatirkan, Australia Bantu 2,5 Juta Vaksin

Namun, kritikus media sosial tidak terpesona oleh sarannya untuk tidak melakukan percakapan.

“Luar biasa,” kata presenter dan penulis TV Tonia Buxton. "Jangan bertingkah seperti manusia, lupakan kemanusiaan, lakukan saja apa yang diperintahkan," imbuhnya.

Duo pop Inggris Right Said Fred menyarankan bahwa pernyataan Chant mengungkapkan "keputusasaan" di pihak pejabat pemerintah.

"Mereka kehabisan waktu atau mereka menjadi gila tepat di depan mata kita," ujarnya.

Sejak pandemi dimulai, Australia telah berulang kali mencegah penyebaran COVID-19 dengan beberapa tindakan penguncian paling kejam di dunia, dalam upaya mendorong kasus baru turun ke titik nol bahkan dengan mengorbankan kebebasan sipil. Lockdown baru-baru ini telah diberlakukan kembali karena infeksi berkobar lagi. Di Melbourne, misalnya, hampir semua hal selain toko kelontong dan rumah sakit ditutup selama hampir empat bulan, dan kota itu memasuki penguncian kelima minggu lalu. Alice Springs memerintahkan penguncian baru pada bulan Juni setelah hanya satu kasus infeksi baru dilaporkan.

Baca juga: Varian COVID-19 yang Lebih 'Ganas' dari Delta Terdeteksi di Australia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved