Singapura Geger, Seorang Remaja Bunuh Siswa SMP
Selasa, 20 Juli 2021 - 04:27 WIB
loading...
Jenazah korban ditemukan di kamar mandi sekolah bersama dengan kapak yang dipakai untuk menghabisi nyawanya. Foto/REUTERS
A
A
A
SINGAPURA - Polisi Singapura mengatakan seorang siswa sekolah menengah telah ditangkap atas pembunuhan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun. Jenazah korban ditemukan di kamar mandi sekolah bersama dengan kapak yang dipakai untuk menghabisi nyawanya.
Kekerasan ekstrem di sekolah jarang terjadi di Singapura, negara yang dikenal dengan tingkat kejahatan yang rendah dan kepatuhan terhadap aturan yang menganggap dirinya sebagai salah satu tempat teraman di dunia.
"Korban ditemukan dengan beberapa luka dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian," kata polisi Singapura dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (20/7/2021). Baca juga: RI-Singapura Rampungkan Pembahasan 6 Kelompok Kerja Bilateral
Polisi akan mendakwa pelaku, yang diketahui berumur 16 tahun dengan pembunuhan dan mencari perintah pengadilan untuk menahannya untuk penilaian psikiatri.
"Investigasi berlanjut ke motif penyerangan dan kapak disita. Tidak ada indikasi kedua remaja itu saling mengenal," ujarnya. Baca juga: Muncul Klaster Karaoke, Singapura Catatkan Kasus Infeksi Covid-19 Tertinggi
Menteri Pendidikan Singapura, Chan Chun Sing mengaku terkejut dengan insiden tersebut.Dia mengatakan kementeriannya bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan.
Kekerasan ekstrem di sekolah jarang terjadi di Singapura, negara yang dikenal dengan tingkat kejahatan yang rendah dan kepatuhan terhadap aturan yang menganggap dirinya sebagai salah satu tempat teraman di dunia.
"Korban ditemukan dengan beberapa luka dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian," kata polisi Singapura dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (20/7/2021). Baca juga: RI-Singapura Rampungkan Pembahasan 6 Kelompok Kerja Bilateral
Polisi akan mendakwa pelaku, yang diketahui berumur 16 tahun dengan pembunuhan dan mencari perintah pengadilan untuk menahannya untuk penilaian psikiatri.
"Investigasi berlanjut ke motif penyerangan dan kapak disita. Tidak ada indikasi kedua remaja itu saling mengenal," ujarnya. Baca juga: Muncul Klaster Karaoke, Singapura Catatkan Kasus Infeksi Covid-19 Tertinggi
Menteri Pendidikan Singapura, Chan Chun Sing mengaku terkejut dengan insiden tersebut.Dia mengatakan kementeriannya bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan.
(ian)
Lihat Juga :