Dikawal Pasukan Zionis, 1.200 Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid al-Aqsa

Senin, 19 Juli 2021 - 08:33 WIB
loading...
Dikawal Pasukan Zionis,...
Sejumlah pasukan Zionis Israel berjaga di situs Temple Mount setelah ribuan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid al-Aqsa, Minggu (18/7/2021). Foto/Jamal Awad/Flash90/Times of Israel
A A A
YERUSALEM - Lebih dari 1.000 pemukim Israel, dengan pengawalan pasukan Zionis, menyerbu masuk ke kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem pada hari Minggu. Pemerintah Otoritas Palestina (PA) dan Yordania mengecam penyerbuan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan bahwa 1.210 pemukim masuk ke kompleks Masjid al-Aqsa melalui Gerbang Al-Mughrabi yang dikendalikan Israel, di barat daya masjid, dan melakukan ritual di dalam.

Baca juga: China Ancam Membom Nuklir Jepang Tanpa Henti Jika Bela Taiwan

Menurut saksi mata, kelompok pemukim juga berusaha menyerbu kompleks tersebut melalui Gerbang Bab Huta dan Gerbang Raja Faisal tetapi diadang oleh jamaah Palestina.

Minggu pagi, pasukan Israel menutup semua pintu masuk dan gerbang ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Kelompok pemukim Israel telah meminta para pendukungnya untuk memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa dalam jumlah besar pada hari Minggu untuk menandai apa yang mereka sebut "penghancuran kuil" di zaman kuno.

Apa yang disebut Sovereignty Movement in Israel [Gerakan Kedaulatan di Israel] juga bersiap untuk mengorganisir pawai untuk pemukim di sekitar tembok Kota Tua Yerusalem pada hari yang sama.

Pada hari Sabtu, ratusan pemukim melakukan pawai di Yerusalem Timur yang diduduki rezim Zionis menjelang penyerbuan yang direncanakan pada hari Minggu.

Masjid al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut situs itu "Temple Mount", mengeklaim bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Zionis mencaplok seluruh kota itu pada tahun 1980, dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Baca juga: Djibouti, Negara Kecil Mayoritas Muslim yang Jadi Markas Militer 5 Negara

Pada hari Minggu, Otoritas Palestina (PA) mengecam serangan pemukim Israel ke kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur dengan menyebutnya sebagai "eskalasi Israel yang berbahaya."

"Pemerintah Israel merusak keamanan dan stabilitas kawasan, dan menyeret kawasan itu ke dalam perang agama," kata juru bicara PA Nabil Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi WAFA, Senin (19/7/2021).

Dia menyebut praktik Israel di Yerusalem yang diduduki sebagai "pemberontakan terhadap rakyat Palestina dan mengabaikan posisi internasional, terutama posisi Amerika," yang menuntut Israel untuk mempertahankan status quo di Yerusalem Timur.

Sementara itu, kecaman atas serbuan itu juga datang dari Yordania. "Tindakan Israel terhadap Masjid al-Aqsa ditolak dan dikutuk, dan merupakan pelanggaran terhadap status quo sejarah dan hukum dan hukum internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Daifallah al-Fayez dalam sebuah pernyataan.

Menurut juru bicara itu, Amman telah mengirim surat protes resmi ke Israel menuntut penghentian pelanggaran dan provokasi Israel terhadap kesucian masjid.

"Kompleks Masjid al-Aqsa adalah murni situs ibadah Muslim dan Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania adalah badan eksklusif untuk mengawasi situs tersebut," imbuh dia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
Berita Terkini
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Infografis
Mantan Panglima Militer...
Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Musuh Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved