Kasus COVID-19 Meningkat, Vietnam Lockdown Wilayah Berpenduduk 35 Juta
Minggu, 18 Juli 2021 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
“Situasinya semakin serius dengan tingkat penularan yang tinggi, terutama dengan varian delta yang berbahaya. Kita harus menempatkan kesehatan dan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama,” kata Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh saat mengumumkan pembatasan seperti dikutip dari AP.
Dalam perintah pembatasan itu, pemerintah Vietnam melarang semua pertemuan lebih dari dua orang di tempat umum kecuali kantor pemerintah, rumah sakit, dan beberapa bisnis penting. Masyarakat juga diminta keluar rumah hanya untuk membeli kebutuhan seperti makanan, obat-obatan, atau untuk keperluan vital.
Wakil Perdana Menteri Vietnam yang juga kepala komite negara untuk pencegahan pandemi COVID-19, Vu Duc Dam, mengatakan perintah penguncian harus diterapkan secara ketat karena gelombang terbaru telah menyebar ke 57 dari 63 kota dan provinsi di negara itu sementara pasokan vaksin masih terbatas.
Baca juga: Biden: Facebook 'Membunuh Orang' dengan Misinformasi COVID-19
“Kita harus menjaga tingkat penularan serendah mungkin untuk memastikan sistem kesehatan berfungsi secara efektif dan tidak kelebihan beban,” kata Dam.
Dalam perintah pembatasan itu, pemerintah Vietnam melarang semua pertemuan lebih dari dua orang di tempat umum kecuali kantor pemerintah, rumah sakit, dan beberapa bisnis penting. Masyarakat juga diminta keluar rumah hanya untuk membeli kebutuhan seperti makanan, obat-obatan, atau untuk keperluan vital.
Wakil Perdana Menteri Vietnam yang juga kepala komite negara untuk pencegahan pandemi COVID-19, Vu Duc Dam, mengatakan perintah penguncian harus diterapkan secara ketat karena gelombang terbaru telah menyebar ke 57 dari 63 kota dan provinsi di negara itu sementara pasokan vaksin masih terbatas.
Baca juga: Biden: Facebook 'Membunuh Orang' dengan Misinformasi COVID-19
“Kita harus menjaga tingkat penularan serendah mungkin untuk memastikan sistem kesehatan berfungsi secara efektif dan tidak kelebihan beban,” kata Dam.
Lihat Juga :