Terungkap, Netanyahu Desak Trump Bombardir Iran di Hari-hari Terakhir Berkuasa
Sabtu, 17 Juli 2021 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Netanyahu pernah mengancam akan menyerang Iran dalam percakapan pribadi dengan pejabat AS sebelumnya, terutama ketika pemerintahan Barack Obama mengupayakan pembicaraan nuklir dengan Teheran. Mantan pejabat pertahanan AS telah mengatakan kepada Al-Monitor bahwa bahkan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran hampir pasti akan memicu konflik berbagai negara dan mungkin perang regional yang lebih luas.
Baca juga: Sengaja Dibocorkan, Ini Penampakan 'Jet Tempur Siluman F-35' Versi Rusia
Iran memiliki pertahanan udara yang signifikan yang perlu dihancurkan jika terjadi serangan udara dalam ke negara itu. "Itu akan menghasilkan korban," kata seorang mantan pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Al-Monitor.
Iran juga kemungkinan akan merespons dengan serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak di lokasi yang menampung ribuan pasukan AS di kawasan itu, seperti yang telah ditunjukkan Teheran dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan The New Yorker, Netanyahu mendesak Trump untuk melakukan serangan terhadap Iran setelah jelas bahwa Trump telah kalah dalam pemilihan presiden (pilpres) dari rivalnya, Joe Biden.
Selama pertemuan di Oval Office, Gedung Putih, pada 3 Januari, presiden Trump akhirnya setuju untuk mengabaikan gagasan menyerang Iran setelah penolakan baru dari penasihat utamanya, yang mengatakan kepadanya bahwa "sudah terlambat" untuk menyerang Iran.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo termasuk di antara mereka yang mengecilkan gagasan itu.
Baca juga: Sengaja Dibocorkan, Ini Penampakan 'Jet Tempur Siluman F-35' Versi Rusia
Iran memiliki pertahanan udara yang signifikan yang perlu dihancurkan jika terjadi serangan udara dalam ke negara itu. "Itu akan menghasilkan korban," kata seorang mantan pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Al-Monitor.
Iran juga kemungkinan akan merespons dengan serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak di lokasi yang menampung ribuan pasukan AS di kawasan itu, seperti yang telah ditunjukkan Teheran dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan The New Yorker, Netanyahu mendesak Trump untuk melakukan serangan terhadap Iran setelah jelas bahwa Trump telah kalah dalam pemilihan presiden (pilpres) dari rivalnya, Joe Biden.
Selama pertemuan di Oval Office, Gedung Putih, pada 3 Januari, presiden Trump akhirnya setuju untuk mengabaikan gagasan menyerang Iran setelah penolakan baru dari penasihat utamanya, yang mengatakan kepadanya bahwa "sudah terlambat" untuk menyerang Iran.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo termasuk di antara mereka yang mengecilkan gagasan itu.
Lihat Juga :