Taliban Bersedia Gencatan Senjata Asalkan Afghanistan Bebaskan 7.000 Tahanan
Jum'at, 16 Juli 2021 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
"Gencatan senjata antara pasukan keamanan Afghanistan dan Taliban dimulai sekitar pukul 10.00 pagi hari ini. Gencatan senjata ditengahi oleh para tetua suku," kata Gubernur Badghis Hesamuddin Shams kepada AFP, seraya menambahkan bahwa gencatan senjata tidak memiliki kerangka waktu tertentu.
Pengungkapan oleh Nadery muncul ketika pasukan keamanan Pakistan menggunakan gas air mata pada Kamis untuk membubarkan ratusan orang yang mencoba memaksa melintasi perbatasan dari Chaman ke Spin Boldak di Afghanistan.
Baca juga: Taliban Bantah Eksekusi 22 Pasukan Khusus Afghanistan Meski Ada Videonya
Pada hari Kamis, kementerian luar negeri Pakistan mengonfirmasi penyeberangan perbatasan berada di tangan Taliban.
"Mereka telah menguasai penyeberangan perbatasan Spin Boldak," kata juru bicara kementerian Zahid Hafeez Chaudhri, sehari setelah Taliban merebut kota itu.
Perbatasan ditutup hari Rabu oleh pejabat Pakistan setelah Taliban merebut Spin Boldak dan mengibarkan bendera pemberontak di atas kota itu.
“Massa yang terdiri dari sekitar 400 orang berusaha menerobos gerbang dengan paksa. Mereka melemparkan batu, yang memaksa kami menggunakan gas air mata,” kata seorang pejabat keamanan di pihak Pakistan.
Pengungkapan oleh Nadery muncul ketika pasukan keamanan Pakistan menggunakan gas air mata pada Kamis untuk membubarkan ratusan orang yang mencoba memaksa melintasi perbatasan dari Chaman ke Spin Boldak di Afghanistan.
Baca juga: Taliban Bantah Eksekusi 22 Pasukan Khusus Afghanistan Meski Ada Videonya
Pada hari Kamis, kementerian luar negeri Pakistan mengonfirmasi penyeberangan perbatasan berada di tangan Taliban.
"Mereka telah menguasai penyeberangan perbatasan Spin Boldak," kata juru bicara kementerian Zahid Hafeez Chaudhri, sehari setelah Taliban merebut kota itu.
Perbatasan ditutup hari Rabu oleh pejabat Pakistan setelah Taliban merebut Spin Boldak dan mengibarkan bendera pemberontak di atas kota itu.
“Massa yang terdiri dari sekitar 400 orang berusaha menerobos gerbang dengan paksa. Mereka melemparkan batu, yang memaksa kami menggunakan gas air mata,” kata seorang pejabat keamanan di pihak Pakistan.
Lihat Juga :