'Dokumen Kremlin': Putin Izinkan Operasi Menangkan Trump dalam Pilpres AS 2016

Jum'at, 16 Juli 2021 - 09:16 WIB
loading...
A A A
“Ini menjijikkan. Ini berita palsu, sama seperti Rusia, Rusia, Rusia adalah berita palsu," kata mantan presiden Amerika itu.

“Hanya orang-orang gila Kiri radikal yang melakukan apa pun yang mereka bisa untuk merendahkan semua orang di sebelah kanan. Ini fiksi, dan tidak ada yang lebih keras di Rusia daripada saya, termasuk di jalur pipa (gas Nord Stream), dan sanksi," klaim Trump.

“Pada saat yang sama kami bergaul dengan Rusia. Rusia menghormati kami, China menghormati kami, Iran menghormati kami, Korea Utara menghormati kami. Dan dunia adalah tempat yang jauh lebih aman daripada sekarang dengan kepemimpinan yang tidak stabil secara mental," imbuh dia menyindir pemerintah Joe Biden.

Dilihat dari kalimat terakhir itu, Trump tampaknya telah mencatat dugaan karakterisasi Kremlin tentang dirinya sebagai "tidak stabil secara mental".

Namun, dokumen yang bocor tidak hanya fokus pada Trump. Itu juga mencakup penilaian yang lebih umum tentang Amerika dan kelemahannya, menyoroti suasana anti-kemapanan dan jurang politik yang semakin dalam antara kubu kiri dan kanan.

Setelah pertemuan dewan keamanan, Putin mengeluarkan dekrit baru untuk membentuk komisi rahasia, yang bertugas untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam No 32-04/vd. SVR, badan intelijen asing Rusia, diberitahu untuk mengumpulkan lebih banyak informasi untuk mendukung komisi tersebut.

Beberapa minggu kemudian, peretas Rusia membobol server Komite Nasional Demokrat. Bahan yang mereka temukan, termasuk ribuan email pribadi, dirilis sebelum pemilu dalam upaya untuk merugikan kampanye Hillary Clinton.

Badan-badan intelijen AS sejak lama menyimpulkan "dengan keyakinan tinggi" bahwa Putin mengizinkan kampanye serangan siber dan berita palsu yang dirancang untuk menyakiti Clinton.

Dalam sebuah pernyataan menjelang KTT bilateral Presiden Joe Biden dengan Putin bulan lalu, Trump menjelaskan bahwa dia masih percaya bantahan Putin atas kesimpulan itu dari para ahli intelijen negaranya sendiri.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Hotman Paris Sindir...
Hotman Paris Sindir Mantan yang Pamer Pasangan Baru, Sindir Sarwendah?
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved