Iran Makin Dekat Peroleh Bom Nuklir, PM Israel dan Netanyahu Saling Menyalahkan
Kamis, 15 Juli 2021 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Pekan lalu, Iran mengatakan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa pihaknya telah mengambil langkah untuk memproduksi logam uranium yang diperkaya hingga 20%, untuk digunakan sebagai bahan bakar reaktor. Ini membawa proyek nuklir Iran ke tahap yang lebih maju daripada yang diketahui, yang telah dicapai oleh negara mana pun tanpa senjata nuklir.
Baca juga: Ini Cap D'Agde, Kota Nudis Terbesar di Dunia yang Berubah Jadi Ibu Kota Seks Eropa
Sumber yang dekat dengan Bennett mengatakan; "Ini adalah warisan yang diterima Bennett, dan dari sini, dia akan menavigasi dan memperbaikinya dengan semua alat yang dia miliki."
"Ini adalah kegagalan yang parah," imbuh sumber tersebut. "Netanyahu tahu ini dan mencoba melemparkan tanggung jawab kepada orang lain," ujarnya seperti dikutip The Jerusalem Post, Kamis (15/7/2021).
Sumber itu menuduh Netanyahu lebih memilih untuk memberikan pidato dengan alat peraga sebagai bagian dari kampanye pemilu-nya di Israel, daripada mengambil tindakan kritis.
"Kesenjangan antara retorika dan tindakan tidak pernah lebih besar,” kata sumber itu, menggemakan pernyataan Bennett di Knesset atau Parlemen awal pekan ini.
AS dan Iran telah terlibat dalam negosiasi tidak langsung untuk kembali ke perjanjian nuklir 2015 yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Perjanjian, yang membatasi pengayaan uranium Iran dan secara bertahap mencabut sanksi AS terhadap Iran, akan berakhir pada tahun 2030 dan memungkinkan Iran untuk mendekati kemampuannya untuk memperoleh senjata nuklir.
Baca juga: Ini Cap D'Agde, Kota Nudis Terbesar di Dunia yang Berubah Jadi Ibu Kota Seks Eropa
Sumber yang dekat dengan Bennett mengatakan; "Ini adalah warisan yang diterima Bennett, dan dari sini, dia akan menavigasi dan memperbaikinya dengan semua alat yang dia miliki."
"Ini adalah kegagalan yang parah," imbuh sumber tersebut. "Netanyahu tahu ini dan mencoba melemparkan tanggung jawab kepada orang lain," ujarnya seperti dikutip The Jerusalem Post, Kamis (15/7/2021).
Sumber itu menuduh Netanyahu lebih memilih untuk memberikan pidato dengan alat peraga sebagai bagian dari kampanye pemilu-nya di Israel, daripada mengambil tindakan kritis.
"Kesenjangan antara retorika dan tindakan tidak pernah lebih besar,” kata sumber itu, menggemakan pernyataan Bennett di Knesset atau Parlemen awal pekan ini.
AS dan Iran telah terlibat dalam negosiasi tidak langsung untuk kembali ke perjanjian nuklir 2015 yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Perjanjian, yang membatasi pengayaan uranium Iran dan secara bertahap mencabut sanksi AS terhadap Iran, akan berakhir pada tahun 2030 dan memungkinkan Iran untuk mendekati kemampuannya untuk memperoleh senjata nuklir.
Lihat Juga :